Lahan Pemukiman Minim, KNPI Pulau Seribu Tolak Pemulihan Lingkungan dengan Penanaman Mangrove

  • Whatsapp
Ilustrasi

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kepulauan Seribu menolak rencana program pemulihan lingkungan akibat pencemaran dengan melakukan penanaman mangrove oleh PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

“KNPI Tolak penanaman mangrove di pulau untuk Untung Jawa dan Pulau Lancang, karena di kedua pulau pemukiman tersebut sudah penuh dengan hutan mangrove dan fungsi penahan abrasi sudah diambil alih oleh tanggul jalan lingkar dan breakwater yang dibangun oleh Sudin SDA,” tegas Ketua KNPI Kepulauan Seribu, Lukman Hadi saat menghadiri Sosialisasi Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup di Aston Marina Ancol, Jakarta Utara, Kamis (10/12).

Menurut dia, lebih baik anggaran untuk penanaman dialihkan untuk perbaikan terumbu karang, pembuatan rumpon ikan, atau pembekalan atau pelatihan digital bagi pemuda Pulau Untung Jawa dan Pulau Lancang agar bisa bersaing menghadapi zaman digital saat sekarang ini.

“Jika laut dangkal ditanami mangrove, lalu nanti masyarakat harus kemana jika lahan pemukiman sudah penuh, apa harus tinggal di pohon mangrove, dan yang jadi masalah lagi mangrove rentan menjadi sarang ular dan nyamuk,” papar Lukman.

Sebelumnya, dalam sosialisasi tersebut pihak Management PHE ONWJ berencana melakukan pemulihan lingkungan akibat pencemaran dengan melakukan penanaman mangrove di empat pulau, yaitu Pulau Untung Jawa sebanyak 13 ribu, Pulau Rambut sebanyak 15 ribu, Pulau Bokor sebanyak 8 ribu, dan Pulau Lancang sebanyak 25 ribu.

“Semua proses ini nantinya akan dilakukan pekan depan hingga April 2021 dengan mengikuti standarisasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia,” ucap Management PHE ONWJ, M. Abdul Rofik dalam acara.