Kutuk Keras Pencemaran, Elemen Pemuda Pulau Seribu Minta Pertamina Lebih Peduli kepada Masyarakat

  • Whatsapp
Foto : Limbah Pek Mencemari Lokasi Budidaya Ikan di Pulau Lancang.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Kepulauan Seribu, Wahyu Hidayat menegaskan bahwa sebagai elemen pemuda Kepulauan Seribu, pihaknya sangat mengutuk keras atas sering terjadinya pencemaran di wilayah Kepulauan Seribu belakangan ini.

Menurut Wahyu, kondisi itu sangat memprihatinkan, karena dari pencemaran yang terjadi menimbulkan kerugian dan merusak ekosistem laut dan kelestarian lingkungan di Kepulauan Seribu.

“Selaku elemen pemuda, kami sangat mengutuk keras terjadinya pencemaran, banyak hal yang menjadi pertanyaan terkait komitmen Pertamina terhadap kepedulian kepada masyarakat yang terdampak langsung dari pencemaran yang terjadi,” tegas Wahyu dalam acara Sosialisasi Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup yang digelar oleh PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java di Aston Marina Ancol, Jakarta Utara, Kamis (10/12).

Perlu digaris bawahi, kata Wahyu, bahwa penanganan pencemaran itu wajib dilakukan, karena dampak pencemaran sangat merugikan. Karenanya ada kejelasan dengan kompensasi yang menjadi hak masyarakat Kepulauan Seribu agar segera diselesaikan

Disamping kompensasi akibat pencemaran, Wahyu juga mempertanyakan tentang realisasi dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang harus dikeluarkan oleh Pertamina untuk program kemasyarakatan yang bersifat penting dan harus menjadi prioritas utama.

Wahyu membandingkan, saat dikelolah oleh CNOOC program CSR dijabarkan secara detail dan rinci mulai dari konsep penanggulangan pencemaran, pemulihan, sampai pada peningkatan dar dampak dari pencemaran terjadi, termasuk dampak ekonominya.

Bercermin dari itu, PT Pertamina harus menyajikan konsep yang jelas dan utuh mulai hulu hingga hilirnya. Dampak kerugiannya harus dipertanggungjawabkan, karena hal ini terkait dengan hajat hidup nelayan di Kepulauan Seribu, karena kerusakan ekosistem akibat pencemaran membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Harus ada konsep jangka panjang dalam pemulihan ekosistem laut akibat pencemaran yang terjadi,” ujarnya.

Selain dampak langsung, Wahyu juga menyinggung tentang program peningkatan sumber daya manusia dalam bentuk beasiswa bagi mahasiswa yang saat ini dihentikan oleh Pertamina dan itu perlu diketahui akar permasalahannya.

“Harusnya dibuat program bagi putra Kepulauan Seribu yang dapat menempuh perguruan tinggi yang berkualitas sehingga saat selesai studi, mereka yang mendapat kesempatan itu dapat kembali untuk berbakti mengembangkan Kepulauan Seribu,” tuntasnya.