Desak Usut Tuntas Pencemaran, KNPI Pulau Seribu Laporkan Pertamina ke Kementerian Lingkungan Hidup

  • Whatsapp
Foto : Petugas PPSU Kelurahan Pulau Panggang sedang membersihkan limbah minyak mentah di pantai. (Dok. Istimewah)

BPSID, Jakarta – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kepulauan Seribu mendesak agar pencemaran limbah minyak mentah (oil spill) yang terjadi beberapa hari lalu di perairan sekitar Pulau Pramuka dan Pulau Panggang diusut tuntas.

Bahkan, untuk itu KNPI telah melayangkan surat laporan secara online kasus pencemaran tersebut ke website Pengaduan Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI pada Kamis 15 Oktober 2020 dengan nomor pengaduan #200953.

Bacaan Lainnya

loading...

“Meski belum ada kepastian sumber yang melakukan pencemaran, namun kami menduga pencemaran itu terjadi ada kaitannya dengan aktivitas eksploitasi minyak lepas pantai yang dilakukan oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE),” tegas Lukman Hadi, Ketua KNPI Kepulauan Seribu, Sabtu (17/10).

Lukman memastikan pengaduan ini sebagai bentuk kekecewaan masyarakat Kepulauan Seribu atas pencemaran yang sering kali terjadi di perairan laut Kepulauan Seribu. Karena, ditambahkannya, pencemaran itu sangat merusak lingkungan hidup dan mengancam kelangsungan ekosistem laut.

Pencemaran jelas merugikan warga yang bermata pencarian sebagai nelayan. Apalagi Kepulauan Seribu merupakan destinasi wisata, sehingga sanga tidak elok bilajangan pantainya kotor oleh limbah minyak.

“Kami mendesak agar Pertamina mau jujur dan membuka informasi terkait dengan pencemaran yang terjadi. Karena, kami menduga perusahaan negara itu mengetahui sumber pencemaran yang terjadi selama ini, sehingga bisa di proses secara hukum dan menjadi efek jerah bagi yang lain” imbuhnya.

Dia menekankan agar pencemaran ini tidak seharusnya berlarut–larut dan sesegera mungkin diusut. Karena bila didiamkan pencemaran seakan menjadi rutinitas tahunan bahkan bulanan. Meski ada indikasi sumber pencemaran dari kapal-kapal besar yang melintas di perairan internasional di Kepulauan Seribu.

Semestinya, jelas Lukman, dengan teknologi tracking yang dimiliki PT. Pertamina dapat dengan mudah mengetahui kapal-kapal yang melintas dan melakukan pencemaran.

“Pengusutan selama ini terkesan pada acuh dan memperlihatkan lemahnya Pemerintah dalam menyelesaikan pencemaran di Kepulauan Seribu, saat diketahui hasil lab bersumber dari kapal maka dianggap selesai dan tidak ada niatan baik dari PT. Pertamina maupun Pemerintah untuk mencari kapal tersebut sehingga tidak ada efek jerah. Kami prihatin ini terjadi di Ibu Kota Negara, Pemerintah tidak mampu mengungkapnya, bagaimana yang terjadi di daerah-daerah nan jauh disana” ucapnya.

Pos terkait