Merosot Tajam, Harga Rajungan Dikeluhkan Nelayan

  • Whatsapp
(Dok. Istimewah)

Pulau Lancang – Kendati tangkapan melimpah, rupanya tak membuat nelayan rajungan di Pulau Lancang, Kepulauan Seribu Selatan senang. Alasannya, sudah dua bulan terakhir, harga rajungan merosot tajam. 

Hal tersebut dikeluhkan nelayan di Pulau tersebut. Jika pada harga normal, rajungan kualitas super dibanderol seharga Rp 90 ribu per kilogram. Saat ini hanya seharga Rp 40 ribu per kilogram.

Bacaan Lainnya

loading...

“Kami tercekik pak. Harga rajungan sangat murah, tanpa sebab yang jelas. Kalau begini terus, lama-lama kami berhenti melaut,” ujar salah seorang nelayan rajungan Pulau Lancang, Karnali, Minggu (27/9).

Dikatakan, sejak dua bulan yang lalu, nelayan rajungan tercekik ekonominya. Selain di tengah masa pandemi Covid-19, akhir-akhir ini penghasilan mereka tidak sebanding dengan biaya melaut.

“Apa lagi sekarang rajungannya murah. Hutang kami jadi menumpuk di warung,” ungkapnya.

Menurut Karnali, akibat harga rajungan yang murah, dirinya harus menjual barang-barang berharga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Tolong pemerintah cek harga rajungan. Kenapa jadi murah seperti ini, kami nelayan merasa dirugikan,” keluhnya.

Salah satu tengkulak rajungan di Pulau Lancang yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, harga rajungan di pasar saat ini memang sangat murah. Hanya Rp 40 ribu per kilogram.

“Kami membeli dari nelayan sesuai harga jual di pasar. Kalau harganya kembali normal, ya kami beli dengan harga normal juga,” pungkasnya. [nak/bps]

Pos terkait