Kisah Karang Pengantin, Antara Cinta dan Pituah

  • Whatsapp
Foto : Ilustrasi

Setiap wilayah pasti memiliki keunikan tersendiri, baik sejarah atau potensi yang dimiliki. Pun dengan Kepulauan Seribu, tiap pulaunya terkandung kisah yang menarik untuk disaji dan dikaji, bahkan memuat edukasi bagi generasi terkini.

Ok, kita tak perlu banyak bermukadimah kali ini BPS akan angkat kisah yang menjadi bahan bincang orang Pulau Panggang. Ya, kisah itu adalah ‘Misteri Karang Pengantin.

Di perairan antara Pulau Panggang dan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Utara, ada sebuah karang yang unik. Karang ini sangat diminati oleh penyelam karena bentuknya menyerupai dua orang yang sedang berpelukan.

Warga sekitar menyebutnya karang Pengantin dan ternyata ada karang itu mengandung kisah yang memiliki makna tentang cinta, tradisi, dan kepatuhan anak manusia terhadap petuah yang ada. 

Seperti disalin dari tulisan lama penulis, asal muasal karang ini terbentuk berawal ketika seorang Pemuda Pulau Panggang, menikahi perempuan kekasih hatinya. (Kisah ini tidak diketahui kapan terjadinya karena tidak ada informasi pasti dari sejumlah sumber yang ada)

Waktu itu, konon masih dipegang teguh, ada sebuah pantangan yang melarang pengantin yang baru menikah untuk menyebrang laut dalam waktu sepekan. Artinya, mereka harus berdiam dulu dirumah hingga satu minggu lamanya.

Namun, larangan itu ternyata dilanggar oleh dua insan yang dimabuk cinta ini. Sehari usai menikah, mereka berdua menyebrang ke Pulau Pramuka berniat mengambil air menggunakan perahu sampan dan serta membawa sebuah tempayan. 

Singkat kisah, usai mengambil air mereka kembali ke Pulau Panggang. Dalam perjalanan kembali, tiba-tiba cuaca di sekitar perairan memburuk. Angin berhembus kencang dan diikuti ombak tinggi.

Perahu sampan yang ditumpangi pengantin baru itu terhempas ombak dan seketika tenggelam. Sang istri tenggelam bersama tempayan yang dibawa dan meski sang suami berupaya menyelamatkan, namun dia tidak mampu dan malah ikut tenggelam bersama hingga akhir hayat mereka.

Dikisahkan dari beberapa sumber, sang suami sangat mencintai istrinya sehingga dengan mempertaruhkan nyawa dia terus berusaha menyelamatkan sang istri, hingga meninggal bersama dalam kondisi berpelukan. (Karena itu, konon ada satu batu di karang Pengantin berbentuk manusia yang berpelukan)

Beberapa penyelam pun melihat secara langsung bentuk batu karang yang menyerupai dua orang yang tengah berpelukan ini. Kisah ini mungkin hanya cerita mengisi waktu senja belaka atau memang pernah terjadi seperti apa adanya.

Terpenting, ada beberapa hal baik yang dapat dipetik dari kisah karang pengantin ini, seperti apa yang ada dalam benak dan nurani pembaca. Terimakasih.

  • Whatsapp