Hasil Koordinasi, Puji : Penerapan PNBP Taman Nasional Sesuai PP

  • Whatsapp
Foto : Kepala Sudin Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kepulauan Seribu, Puji Astuti. (Dok. Istimewah)

Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kepulauan Seribu, Puji Astuti menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Taman Nasinonal Kepulauan Seribu terkait penerapan tiket masuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di kawasan taman nasional.

“Kami sudah berkoordinasi, penerapan tiket masuk PNBP merupakan kewenangan penuh Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu,” sebut Puji Astuti, Rabu (9/9).

Bacaan Lainnya

loading...

Menurut Puji, penerapan tiket masuk di kawasan taman nasional itu telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah serta berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif PNBP yang berlaku di Kementrian Kehutanan.

“Bila telah sesuai dengan peraturan yang berlaku, kami tidak dapat berkomentar lebih jauh. Yang terpenting, penerapan tiket masuk ini harus terus disosialisasikan pihak terkait,” saran Puji.

Seperti diberitakannya sebelumnya, para pelaku jasa wisata menolak rencana penerapan tiket masuk PNBP tersebut pada 1 Oktober 2020 mendatang.

Tertera dalam surat pengumuman yang dikeluarkan oleh Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu bahwa penerapan PNBP untuk kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu sebagai upaya mengoptimalkan PNBP melalui pungutan kegiatan wisata alam di Taman Nasional Kepulauan Seribu.

Berikut besaran karcis PNBP yang dikenakan bagi wisatawan yang mengunjungi Kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu.

  1. Pengunjung umum pada hari kerja :
    Wisatawan Mancanegara (WNA)      Rp 150.000 per orang per hari
    Wisatawan Nusantara (WNI)             Rp     5.000 per orang per hari
  2. Pengunjung rombongan, pelajar, mahasiswa (min. 10 orang) :
    Wisatawan Mancanegara (WNA)      Rp 100.000 per orang per hari
    Wisatwan Nusantara (WNI)               Rp     3.000 per orang per hari
  3. Pengunjung umum pada hari libur (akhir pekan dan libur nasional) :
    Wisatawan Mancanegara (WNA)      Rp 225.000 per orang per hari
    Wisatawan Nusantara (WNI)             Rp      7.500 per orang per hari
  4. Pungutan jasa kegiatan wisata alam :
    Menyelam (Scuba Diving)                   Rp   25.000 per orang per hari

Untuk memenuhi ketentuan tersebut, pada surat diminta para pelaku jasa wisata, tour travel, pemandu, homestayresort dsb untuk dapat memasukkan tarif tersebut pada paket wisata yang ditawarkan.

Berikut Gambar Surat Pengumuman Tersebut :

Pos terkait