Duh!, Masih Banyak Homestay di Pulau Seribu yang Belum Terapkan Protokol Kesehatan Covid

  • Whatsapp
Foto : Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bupati Kepulauan Seribu Iwan P. Samosir saat sosialisasi penerapan protokol kesehatan bagi pemilik dan pengelola homestay di wilayah Kepulauan Seribu Uatar, Selasa 8 September 2020. (Dok. Istimewah)

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu terus melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Kali ini, wilayah kepulauan di Jakarta ini menargetkan pengelola dan pemilik penginapan atau biasa disebut homestay.

“Kami akan terus kampanye-kan protokol kesehatan, termasuk pada homestay agar bersama pemerintah mencegah dan me-mutus rantai penyebaran Covid-19,” ungkap Iwan P. Samosir, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bupati Kepulauan Seribu, Selasa (8/9).

Bacaan Lainnya
loading...

Menurut Iwan, berdasarkan data Sudin Pariwisata Kepulauan Seribu saat ini terdapat sebanyak 1.395 unit homestay di Kepulauan Seribu dengan rincian wilayah Kepulauan Seribu Utara, yakni Kelurahan Pulau Panggang 317 unit, Pulau Kelapa 38 unit, dan Pulau Harapan 113 unit.

Sedangkan untuk wilayah Kepulauan Seribu Selatan meliputi Kelurahan Pulau Tidung sebanyak 374 unit, Pulau Pari 340 unit, dan Pulau Untung Jawa 213 unit. Dari jumlah itu ditenggarai sebagian besar belum sepenuhnya menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Karenanya, dengan sosialisasi ini, kami meminta pemilik dan pengelola homestay agar memasang spanduk atau informasi gerakan 3M dan homestay menjadi wilayah wajib pakai masker,” tegasnya.

Selain itu, Asekbang ingin memastikan agar homestay menyediakan sarana cuci tangan yang disesuaikan dengan kapasitas penerimaan tamu. Lalu, dilakukan penyemprotan disinfektan sebelum tamu masuk dan setelah tamu keluar.

“Kita sarankan untuk melakukan penyemprotan secara mandiri atau dapat meminta bantuan PMI dan instansi terkait yang selama ini memberikan pelayanan penyemprotan disinfektan,” papar Iwan.

Lebih lanjut, Iwan menyinggung soal perizinan pengelolaan homestay di Kepulauan Seribu yang faktanya hingga saat ini sebagian besar homestay belum memiliki izin.

“Kita juga menghimbau agar pemilik dan pengelola homestay membuat izin agar dapat berkontribusi terhadap penerimaan daerah dari sektor pajak penginapan,” jelasnya.

Pos terkait