Warga Pulau Lancang Resah Sering Temukan Ular Sanca Ukuran Besar

  • Whatsapp
Foto : Warga dibantu Petugas Damkar menangkap dan mengevakuasi seekor ular sanca dengan panjang 4 meter dari empang yang berlokasi tidak jauh dari pemukiman warga. (Dok. Istimewah)

Warga Pulau Lancang, Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan mengaku resah dengan seringnya penemuan ular jenis sanca berukuran besar.

Mereka berharap ada instansi terkait segera melakukan penyisiran dan menangkap satwa liar itu dan selanjutnya dipindahkan ke lokasi yang jauh dari permukiman warga.

Bacaan Lainnya

loading...

“Kita sangat khawatir, karena ukurannya juga besar-besar, yang baru ditangkap saja panjangnya lebih dari 4 meter,” ungkap Jasip (27) salah seorang warga Pulau Lancang, Sabtu (5/9).

Menurut Jasip, di kawasan empang Pulau Lancang sering ditemukan ular dan satwa liar lainnya. Bahkan, beberapa pekan lalu warga juga menangkap tiga ekor ular jenis yang sama di belakang gedung Puskesmas Pulau Lancang.

“Kita gak ngebayangin kalau tu ular melilit anak-anak, apalagi kalau malam pas kita pada lengah ular datang ke rumah warga, sangat meresahkan,” tuturnya.

Sejauh ini, kata Jasip, warga dibantu petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk menangkap ular sanca. Namun, hal itu dinilai kurang efektif, semestinya badan atau lembaga yang lebih berwenang untuk melakukan penyisiran dan penangkapan satwa liar itu.

“Kalau Damkar-kan cuma nangkap aja, Polisi Kehutanan harus turun menyisir habitatnya langsung, takutnya keberadaan ular itu jauh lebih banyak,” terangnya.

Seperti informasi yang diterima beritapulauseribu.id, pagi ini warga dan petugas telah menangkap ular jenis sanca dengan panjang lebih dari 4 meter.

Keberadaan ular itu pertama kali ditemukan oleh seorang ibu rumah tangga bernama Sulastri dengan alat Jl. Empang RT 002/03 Kelurahan Pulau Pari.

Sekitar pukul 08.00, dilakukan evakuasi satwa liar itu untuk selanjutnya diamankan di Pos Damkar Pulau Lancang.

Pos terkait