Warga Kesal IPAL Tiap Hari Meluap Genangi Jalan

  • Whatsapp
Foto : Warga Pulau Pramuka RT 002/04 Kelurahan Pulau Panggang menunjukkan genangan air di jalan yang merupakan luapan dari IPAL, Jumat 4 September 2020.

Warga di RT 002/04 Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara mengaku kesal dengan keberadaan Instalasi Pengolahan Akhir Limbah (IPAL).

Kekesalan itu dirasakan warga akibat meluapnya air limbah dari box control yang ada di depan rumahnya hingga menggenangi jalan.

Bacaan Lainnya

loading...

“Tiap hari jalan di depan rumah saya becek, itu air dari IPAL yang luber, sudah itu airnya juga bau pesing,” kesal Rokaya (68) warga Pulau Pramuka, Jumat (4/9).

Bila air dari IPAL meluap, lansia yang biasa disapa wak Kaya ini mengaku harus menusuk saluran air dengan behel panjang agar air turun ke IPAL.

“Cape tiap hari harus nusuk-nusuk saluran. Kalau dilaporkan ke petugas jawabannya cuma terhalang sampah,” tuturnya.

Apalagi bila hujan, sambung wak Kaya, sudah pasti jalan di depan rumahnya tergenang air hujan bercampur dengan limbah buangan masyarakat.

Dari pantauan langsung, sejatinya jalan yang disampaikan itu sering tergenang. Bahkan, beberapa kali hujan, genangannya cukup tinggi hingga diatas mata kaki orang dewasa.

Masalah saluran IPAL di Pulau Pramuka bukan hanya dikeluhkan wak Kaya, Ahmad (41) warga lainnya di pulau tersebut  mengaku hal serupa. Bila saluran mampet air limbah dari IPAL meluap ke teras rumah.

“Waduh kalau sudah mampet, itu air busuk sampai kotoran manusia naik ke teras. Kan itu air najis,” ujar Ahmad.

Bahkan, sambung dia, bau busuk limbah juga sampai masuk ke kamar mandi. Dia menduga ada yang kurang pas dengan sistem saluran IPAL karena kejadian itu sering berulang.

“Ya, harus diperbaiki dong. Masak tiap hari kita ngeluh mulu,” tegasnya.

Sementara saat dikonfirmasi petugas PJLP dari Sudin Sumber Daya Air (SDA) Kepulauan Seribu mengaku tidak bersedia menjawab. Dirinya, kata dia, hanya pegawai biasa.

“Tolong langsung ke pimpinan saja, kami hanya pegawai biasa,” kata petugas Sudin SDA yang meminta namanya tidak disebutkan.

Pos terkait