LH Pulau Seribu : Hasil Tracking, Dugaan Sumber Limbah dari Cemaran Kapal

  • Whatsapp
Foto : Istimewah

Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu mengindikasikan bahwa sumber pencemaran limbah minyak yang terjadi di Pulau Pari dan Pulau Tidung bersumber dari kapal-kapal besar yang berlabuh di teluk Jakarta.

Kepala Sudin Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu Djoko Rianto mengungkapkan, secara pasti pihaknya belum berani menyebutkan sumber pencemaran bila tidak ada bukti yang kuat.

Bacaan Lainnya

loading...

Namun, menurut dia, hasil tracking yang dilakukan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI gambar satelit menunjukkan alur limbah berasal dari teluk Jakarta yang hanyut terbawa arus hingga ke wilayah Kepulauan Seribu.

Gambar : Tracking Satelit Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) wilayah perairan Pulau Tidung. (Istimewah)

“Kami bersama pihak kepolisian terus melakukan penyidikan, sementara hasil tracking-nya bersumber dari tempat yang sama yakni teluk Jakarta. Mungkin dari cemaran kapal,” sebut Djoko.

Tracking Satelit Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) wilayah perairan Pulau Pari. (Istimewah)

Disampaikan Djoko, bila cemaran limbah itu bersumber dari kapal akan sulit dibuktikan, karena bisa saja saat limbah dibuang ke laut tiga atau empat hari lalu sebelum sampai ke sekitar perairan Pulau Pari dan Pulau Tidung.

“Sulit dibuktikan, karena saat limbah sampai di pulau bisa saja kapal-kapal itu sudah terlanjur berangkat,” ujarnya.

Terkait upaya pembersihan limbah, Djoko memastikan pihaknya akan senantiasa menyiapkan petugas PJLP wilayah tercemar langsung melakukan pembersihan dan bahkan hingga saat ini untuk pencemaran di Pulau Tidung telah terkumpul 100 kantong plastik.

“Sedangkan di Pulau Pari kita kumpulkan hingga 380 kantong plastik ukuran 30 kilogram per kantong,” sebutnya.

Sementara Plt,. Bupati Kepulauan Seribu Junaedi menegaskan bahwa terkait pencemaran yang terjadi akan di-sikapi serius. Bahkan, untuk menanggulangi kasus tersebut, pihaknya telah membentuk tim khusus yang terdiri dari sejumlah unsur terkait termasuk unsur TNI, Polri, dan Kejaksaan.

“Saat ini kita rapatkan untuk membentuk tim khususnya,” sebut Junaedi, singkat.

Pos terkait