Anggota DPRD DKI Ultimatum Pemkab Segera Selesaikan Kasus Pencemaran di Pulau Seribu

  • Whatsapp

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) DKI Jakarta dari Fraksi Partai NasDem Muhammad Idris, meng-ultimatum Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu agar segera menyelesaikan kasus pencemaran limbah minyak yang berulang kali terjadi di perairan Kepulauan Seribu.

“Segera diselesaikan, karena dampak lingkungan akibat pencemaran sangat merugikan dan mengancam kelangsungan ekosistem laut di Kepulauan Seribu,” ungkap Muhammad Idris kepada beritapulauseribu.id usai mengadakan acara Penyerapan Aspirasi Rakyat (Reses) di bilangan Kalibaru, Jakarta Utara, Selasa (18/8).

Bacaan Lainnya

loading...

Belakangan ini, diakui, dirinya mendapat banyak aduan dari masyarakat pulau terkait dengan pencemaran minyak mentah. Lantaran itu, sudah sepantasnya masalah pencemaran menjadi perhatian bersama agar segera diselesaikan.

“Setelah kejadian banyak warga pulau yang mengadu terkait pencemaran minyak, Pemkab dan institusi terkait harus bergerak mencari dan mengusut sumber pencemarannya. Jangan didiamkan, laut kita bukan tempat pembuangan limbah,” tegas Muhammad Idris.

Ditambahkannya, aduan masyarakat ini juga akan dibawanya ke forum rapat di DPRD DKI Jakarta agar ada stresing terhadap pemerintah daerah untuk lebih serius menangani kasus pencemaran limbah khususnya di wilayah Kepulauan Seribu.

Demikian juga dengan kasus pencemaran yang terjadi pada Tahun 2019 lalu akibat kebocoran sumur minyak PT Pertamina, harus juga segera diselesaikan tahapan konpensasinya terhadap masyarakat yang terdampak.

“Terpenting, harus menjadi perhatian kita semua, karena percuma kita membangun Pulau Seribu menjadi destinasi wisata, kalau laut sebagai potensi utamanya lagi-lagi tercemar. Lalu, apa yang mau kita banggakan,” tutur Anggota DPRD DKI yang juga putra asli Kepulauan Seribu ini.

Lebih lanjut, Muhammad Idris menyampaikan, pembangunan Kepulauan Seribu meski selaras dan tetap mengedepankan kearifan lokal dengan menjaga serta melestarikan lingkungan. “Kalau bukan kita, siapa lagi yang menjaga alam kita,” tandasnya.

Pos terkait