Tongkang Rusak Karang, Penggiat Lingkungan Pulau Tidung Meradang

  • Whatsapp

Sekitar 300 meter persegi area terumbu karang di perairan dangkal Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu Selatan rusak parah akibat terhantam tongkang pasir yang terdampar akhir Juli 2020 lalu.

Tak pelak, kerusakan terumbu karang itu membuat penggiat lingkungan dan pelaku wisata meradang. Mereka meminta agar pemilik tongkang bertanggung jawab.

Bacaan Lainnya

loading...

“Kami minta pemilik tongkang bertanggung jawab, kerusakannya parah dan kami punya bukti kuat luas area karang yang rusak,” kata Ilhamnudin, Ketua Daerah Perlindungan Laut (DPL) Lestari Indah Pulau Tidung, Jumat (7/8/2020).

Menurut dia, kerusakan karang akibat hantaman tongkang yang terdampar berdampak pada kelangsungan ekosistem laut dan perlu waktu lama untuk mengembalikan kondisi terumbu karang seperti semula.

“Kita tunggu itikad baiknya, pemilik tongkang harus mengganti kerusakan dengan melakukan rehabilitasi karang sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Sementara, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Pulau Tidung Munawar menyampaikan hal serupa. Dia meyakini lokasi terumbu karang yang rusak juga merupakan spot bagi wisata snorkeling di Pulau Tidung.

“Kondisinya rusak parah. Padahal, lokasi terumbu karang yang rusak selama ini menjadi daya tarik wisata snorkeling,” kata Munawar.

Dia berharap instansi terkait (Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Kepulauan Seribu. red) dapat melakukan mediasi dengan perusahaan pemilik tongkang agar bertanggung jawab. 

“Mohon Sudin KPKP tidak tinggal diam, karena karang merupakan aset wisata bahari yang harus kita jaga bersama,” tandasnya. (mis/gus)

Pos terkait