Tindak Tegas, Petugas Tertibkan Kapal Bukoami di Perairan Pulau Seribu

  • Whatsapp
Lantaran dikeluhkan nelayan lokal, sejumlah kapal besar penagkap cumi atau bukoami ditertibkan oleh petugas patroli dari Suku Dinas Ketahan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Kepulauan Seribu. (Foto : KPKP Kep. Seribu)

Lantaran dikeluhkan nelayan lokal, sejumlah kapal besar penagkap cumi atau bukoami ditertibkan oleh petugas patroli dari Suku Dinas Ketahan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Kepulauan Seribu.

Mereka diminta agar tidak beroperasi di perairan sekitar Kepulauan Seribu. Hal itu sesuai zonasi penangkapan, kapal bukoami dengan kapasitas diatas 30 gross tonage (GT) dilarang.

Bacaan Lainnya

loading...

“Ini sesuai zonasi penangkapan, kapal yang melebihi kapasitas 30 GT harus beroperasi 30 mil laut dari perairan Kepulauan Seribu dan sekitar 60 mil laut dari daratan,” ungkap Kepala Seksi Kelautan dan Perikanan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Wawan, Kamis (5/3).

Menurut Wawan, pihaknya berlaku tegas karena keberadaan kapal tersebut telah menggangu aktivitas nelayan lokal. Bukoami dikeluhkan karena menyebabkan tangkapan nelayan menurun.

“Nelayan kita mengeluhkan tangkapan cumi menurun karena telah diambil oleh Kapal Bukoami,” jelasnya.

Selain zonasi kapasitas kapal, lampu sorot yang digunakan juga dinilai melanggar aturan. Mereka menggunakan lampu berkapasitas hingga lebih dari 15 ribu watt.

Tertibkan Pengambilan Batu Karang

Penertiban juga dilakukan terhadap warga yang masih menggambil dan menggunakan matrial laut seperti batu karang an pasir laut di Kepulauan Seribu.

“Kemarin kita juga tertibkan warga yang mengambil batu karang. Batu-batu itu dikembalikan ke laut,” sebut Wawan.

Pos terkait