Nelayan Pulau Kelapa Berharap Ada Kompensasi dari Observasi Corona

  • Whatsapp
Sekitar nelayan di Kelurahan Pulau Kelapa dan Kelurahan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Utara berharap ada kompensasi dari aktivitas observasi virus corona (Covid-19) di Pulau Sebaru. (Foto : Taka Beni)

Nelayan di Kelurahan Pulau Kelapa dan Kelurahan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Utara berharap ada kompensasi dari aktivitas observasi virus corona (Covid-19) di Pulau Sebaru.

Mereka mengaku sulit menangkap ikan sejak ada observasi itu, lantaran zonasi yang ditetapkan untuk tidak boleh menangkap hingga radius hingga 6 kilometer.

Bacaan Lainnya

loading...

“Kemarin kami diminta sama petugas tidak boleh menangkap ikan hingga Pulau Jukung, padahal di situ lagi banyak tenggirinya,” ungkap Mulyadi (43) atau bisa disapa Ameng seorang nelayan pancing saat ditemui kontributor beritapulauseribu.id di Pulau Kelapa, Selasa (3/3).

Bukan hanya dia, warga RT 005/04 Kelurahan Pulau Kelapa menyebutkan bahwa sejumlah nelayan lain yang merupakan warga pulau penduduk terdekat dari lokasi obsevasi ini dihimbau tidak boleh terlalu dekat dengan radius ring tiga atau sejauh 6 kilometer dari pusat observasi.

“Kalau sudah seperti ini, bagaimana kami mencari nafkah untuk keluarga di rumah,” tambah Ameng yang mengaku menangkap ikan sebagi sumber nafkah keluarganya.

Ramli (65) tokoh masyarakat Pulau Kelapa yang juga berprofesi sebagai nelayan menyampaikan hal senada. Bahkan, Ramli yang mengaku perwakilan sebuah himpunan nelayan ini mendapat banyak laporan dari nalayan terkait hal tersebut.

“Ini aja sudah dua hari nelayan mondar-mandir kerumah. Kalau tidak boleh mancing di situ, mereka minta diperhatikan pemerintah soal kebutuhan hidup semasa adanya observasi,” tutur Ramli.

Pos terkait