Bawa Ribuan Dukungan Warga, 15 Pemuda Pulau Seribu Datangi Istana Negara Gelar Aksi Protes Observasi Corona

  • Whatsapp
Kendati hanya berjumlah tak lebih dari 15 orang, para pemuda Kepulauan Seribu tak surut mendatangi Istana Negara dan Balaikota DKI Jakarta untuk menggelar aksi protes terkait observasi 188 WNI ABK Kapal World Dream di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu. (Foto : Agus Salim

Kendati hanya berjumlah tak lebih dari 15 orang, para pemuda Kepulauan Seribu tak surut mendatangi Istana Negara dan Balaikota DKI Jakarta untuk menggelar aksi protes terkait observasi 188 WNI ABK Kapal World Dream di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu.

Dengan alat peraga seadanya, mereka dengan tegas menyampaikan aspirasi sekitar 1.300 warga Kepulauan Seribu yang mendukung dengan menandatangani surat petisi ketidaksetujuan pelaksanaan observasi terkait dengan dugaan paparan virus corona (CoVid-19) tersebut.

Bacaan Lainnya

loading...

“Kami hanya 15 orang, tapi kami merasa 1.300 warga Kepulauan Seribu yang mendukung petisi pada surat terbuka seakan berada disini bersama kami,” ujar Noval Abuzarr, Sekretaris Forum Masyarkat Kepulauan Seribu saat aksi di Balaikota DKI Jakarta di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (28/2) siang.

Noval tak manafik, bahwa aksi yang dilakukan tak sesuai dengan espektasinya. Namun, dengan kekuatan dan keyakinan penuh bahwasanya sebagian masyarakat Kepulauan Seribu mendukung aksi mereka.

“Kami mungkin hanya perantara dari ribuan masyarakat pulau, itu belum ditambah dengan puluhan ribu warga dunia maya (media sosial) yang juga sangat masif menolak observasi virus corona di Pulau Sebaru,” tambahnya.

Sementara, Koordinator Lapangan aksi Lukman Hadi yang juga Ketua Komite nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kepulauan Seribu menegaskan, bahwa mereka harus melakukan aksi walau apapun yang terjadi.

“Apapun masalahnya, kami harus melakukan aksi agar negara mendengar. Masalah jumlah yang hadir saat ini tidak menjadi soal, karena kami telah diamanatkan oleh ribuan saudara-saudara kami di pulau,” tegasnya.

Menurut Lukman, untuk sampai pada tahap saat ini prosesnya cukup berliku dan perlu banyak energi yang harus dikeluarkan. Hal itu, katanya, sangat lazim terjadi saat akan melakukan aksi ketidaksetujuan.

“Banyak faktor x, tapi yang pasti apa yang diamanatkan sudah kami sampaikan. Kami mengucapkan terimakasih atas dukungan masyarakat Kepulauan Seribu,” sebut Lukman tanpa merinci faktor x yang disampaikan.

Seperti diberitakan oleh beritapulauseribu.id sehari lalu, masyarakat Kepulauan Seribu melalui Forum Masyarakat akan menggelar aksi protes terkait observasi 188 WNI dari Kapal World Dream di Pulau Sebaru Kecil. Baca : Forum Masyarakat Kepulauan Seribu Sebar Undangan Aksi Protes Observasi di Pulau Sebaru 

Pos terkait