Forum Masyarakat Kepulauan Seribu Sebar Undangan Aksi Protes Observasi di Pulau Sebaru 

  • Whatsapp
Diperkirakan Minggu (1/3) dini hari, 68 Warga Negara Indonesia (WNI) Anaka Buah Kapal (ABK) Diamond Princess di Perairan Yokohama, Jepang akan tiba di Pulau Sebaru Kecil. (Foto : TNKPs)

Forum Masyarakat Kepulauan Seribu menyebarkan undangan aksi tidak setuju terkait kebijakan pemerintah menempatkan observasi 188 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Kapal World Dream di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu.

Undangan elektronik tersebut diterima redaksi beritapulauseribu.id sekitar pukul 17.15 pada Kamis (27/2). Disebutkan dalam undangan, dengan atas nama Masyarakat Kepulauan Seribu mengundang pelajar, mahasiswa, dan warga Kepulauan Seribu untuk menghadiri bela hak masyarakat dan aksi penyampaian pendapat sebagai bentuk kepedulian.

Tertera aksi akan dilaksanakan pada hari Jumat 28 Februari 2020 di empat lokasi yakni di sekitar perairan Pulau Sebaru sebagai titik kumpul mulai pukul 08.00 WIB. Lokasi lainnya di Istana Presiden, Kementerian PMK, dan Balaikota DKI Jakarta mulai pukul 13.30 hingga 17.30 WIB.

Dalam aksi diestimasi, massa yang akan hadir di sekitar Pulau Sebaru sebanyak 200 orang dengan menggunakan 20 unit kapal tradisional, sedangkan di tiga lokasi lainnya hanya sekitar 50 orang.

Pada undangan juga disebutkan sebagai koordinator aksi atas nama Lukman Hadi, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kepulauan Seribu bersama Koordinator Forum Rahmat Kardi dan Sekretaris Forum Noval Abuzarr.

Saat dikonfirmasi, Ketua KNPI Kepulauan Seribu Lukman Hadi menegaskan bahwa aksi akan dilakukan secara damai dan hanya dalam bentuk penyampaian aspirasi terkait ketidaksetujuan terhadap kebijakan pemerintah menempatkan observasi di Pulau Sebaru.

“Sebelumnya kami sudah tegaskan, kami ingin pemerintah mengetahui bahwa kami tidak setuju dengan adanya observasi itu. Karena akan berdampak bukan hanya pada aspek kesehatan, akan tetapi pada sejumlah aspek seperti yang paling utama kelangsungan pariwisata di Kepulauan Seribu,” kata Lukman melalui sambungan telepon.

Terkait dukungan jumlah masyarakat, Lukman tidak mempermasalahkan banyak atau sedikit, karena menurut dia, yang terpenting baginya bahwa masyarakat Kepulauan Seribu tidak semuanya diam dan berpangku tangan.

“Jumlah tidak bagi soal bagi kami, karena kami yakin di hati sanubari yang paling dalam, saudara-saudara saya masyarakat Kepulauan Seribu pasti menolak observasi ini. Bila dipermukaan ada yang mendukung observasi, kita semua dapat pahami dan ada apanya,” tegas lukman mengakhiri sambungan telepon.

loading...
  • Whatsapp