Corona Isu Dunia, Golkar Pulau Seribu : Negara Wajib Melindungi Rakyatnya

  • Whatsapp
Foto : Wahyu Hidayat

Masalah virus corona (CoVid-19) merupakan isu dunia dan tiap negara wajib melakukan standarisasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) terkait dengan pemulangan warga negaranya yang berada di wilayah terpapar virus tersebut.

Tak terkecuali dengan 188 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Kapal Pesiar World Dream yang akan diobservasi di Pulau Sebaru Kecil, di Kelurahan Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu yang dimulai akhir pekan ini.

Bacaan Lainnya

loading...

Meski sudah dipastikan negatif terjangkit virus corona atau dalam kondisi sehat berdasarkan sertifikasi dari otoritas kesehatan Negara Hongkong, namun mereka harus terlebih dahulu melewati masa karantina selama 14 hari sebelum kembali berinteraksi di tengah-tengah masyarakat. 

Ketua DPD Partai Golkar Kepulauan Seribu Wahyu Hidayat mengungkapkan, masalah ini harus dilihat secara jernih dan dari beberapa sudut pandang. Misalnya, dari rasa empati dan kepedulian terhadap sesama manusia  atau mungkin dari sikap nasionalisme sebagai warga negara yang baik.

“Kita tidak dapat menyampingkan rasa kepedulian sesama manusia, apalagi saya yakin masyarakat Kepulauan Seribu sangat menjunjung tinggi keramahtamahan sebagai implementasi dari sikap nasionalisme,” ungkap Wahyu saat berbincang dengan beritapulauseribu.id, Kamis (27/2).

Mengenai keputusan Pemerintah menjadikan Pulau Sebaru Kecil di Kepulauan Seribu sebagai lokasi Observasi mungkin saja sebagiannya didasari dari sikap keterbukaan masyarakat Kepulauan Seribu selain aspek teknis lainnya.

“Terlepas itu, saya yakin dan pasti negara berkewajiban melindungi rakyatnya karena itu amanat UUD 1945,” tutur salah seorang tokoh pemuda Kepulauan Seribu ini.

Menurut Wahyu, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dan kementerian terkait lainnya pasti sudah mengukur dan menghitung dampak-dampak yang mungkin terjadi dengan dipilihnya Pulau Sebaru Kecil sebagai lokasi observasi.

“Pasti ada pertimbangan tertentu, sehingga Pulau Sebaru Kecil dinilai layak dan memenuhi standar observasi itu, negara tidak mungkin asal tunjuk dalam mengambil kebijakan. Apalagi ada keinginan mengorbankan rakyatnya, itu tidak masuk akal,” paparnya.

Sikapi Dengan Jiwa Besar

Masyarakat, kata Wahyu, harus menyikapi ini dengan berjiwa besar dan tidak perlu mengecilkan diri dengan menganggap Kepulauan Seribu sebagai tempat pembuangan, tidak seperti itu. Justru ini menunjukkan kepada dunia bahwa Kepulauan Seribu punya empati dan punya kepedulian tinggi terhadap sesama warga negara.

“Mereka saudara-saudara kita yang perlu mendapat sedikit empati untuk melewati masalah sulit yang dihadapi. Toh, mereka juga dinyatakan negatif terjangkit virus oleh otoritas kesehatan yang legitimate,” jelasnya.

Menyoroti gejolak  yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Kepulauan Seribu saat ini, Wahyu mendorong untuk disikapi dengan bijak. Karena faktanya, mereka punya hak untuk  jaminan keselamatan, kesehatan, dan jaminan kehidupan secara normal.

Sekat ini, Negara harus masuk lebih dalam dengan memberikan edukasi dan pencerahan yang menjadi kebutuhan informasi masyarakat. Sampaikan fakta-fakta yang sebenarnya, karena secara psikologis masyarakat membutuhkan kepastian informasi yang menyeluruh.

“Negara harus memberi jaminan itu dan menjadi hal utama untuk diperhatikan, langkah-langkah sosialisasi, penanggulangan, dan pencegahan perlu disampaikan ke warga sehingga dapat meredam  keresahan dan gejolak yang terjadi,” ucap Wahyu yang juga Ketua Karang Taruna Kabupaten Kepulauan Seribu ini.

Tak kalah penting, sambungannya, juga terkait dengan aspek kepariwisataan. Sudah barang tentu, isu observasi virus corona ini akan sangat berdampak dengan kelangsungan aktivitas pariwisata. Apalagi hal ini terkait dengan hajat hidup orang banyak.

“Hal ini juga harus menjadi fokus, apa langkah-langkah strategis yang dilakukan untuk meminimalisasi dampak yang akan terjadi,” tambahnya.

Pemerintah dari pusat hingga kabupaten harus sudah memiliki formulasi ampuh untuk tetap menjaga sektor pariwisata di Kepulauan Seribu tetap hidup, bahkan kalau bisa lebih bergairah.

Intinya, lanjut Wahyu, masalah virus corona bukan hanya permasalahan wilayah per wilayah, masalah ini sudah menjadi isu nasional bahkan isu dunia, artinya sudut pandang bukan hanya satu dua orang mengamati.

 “Saya yakin semuanya mengamati ini termasuk gubernur, bupati pun bergerak bukan tanpa ada instruksi, pastinya sudah dipertimbangkan sebelumnya. Secara pribadi, saya sangat mengapresiasi langkah Bupati yang dengan sigap dan tanpa lelah mengedukasi dan mensosialisasikan rencana observasi ini” tutup Wahyu.

Pos terkait