Limbah Minyak Mentah Cemari Laut Sekitar Pulau Sebira

  • Whatsapp

Limbah pek berbentuk gumpalan hitam minyak mentah mencemari laut sekitar Pulau Sebira RW 03 Kelurahan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Utara. Limbah itu diduga bersumber dari salah satu sumur minyak lepas pantai milik Pertamina.

“Sejak dua hari lalu, kami menghalau dan memungut gumpalan pek di laut. Sekarang lebih 100 karung terkumpul,” ujar Muzaiyin (35) salah seorang nelayan Pulau Sebira, Rabu (26/2).

Bacaan Lainnya

loading...

Menurut dia, dirinya bersama nelayan lain berusaha membersihkan limbah berbentuk gumpalan hitam berukuran kepalan tangan orang dewasa hanyut terbawa arus ke bibir pantai Pulau Sebira yang dipastikan akan mencemari ekosistem pantai.

“Khawatir juga kalau sampai pantai, makanya kami berusaha memungutnya dari tengah laut menggunakan alat seadanya,” tutur warga RT 001/03 Kelurahan Pulau Harapan ini.

Sejatinya, kata Muzaiyin, pencemaran limbah minyak mentah kerap terjadi disekitar laut Pulau Sebira yang merupakan pulau paling utara di gugusan Kepulauan Seribu.

Namun, kata dia, hingga kini belum ada pihak yang bertanggungjawab. Jadi, dengan kesadaran sendiri nelayan membersihkan limbah agar tidak mencemari pulau-pulau bagian tengah di Kepulauan Seribu.

“Kami sudah lelah, ini yang ketiga kali ada pek. Mungkin yang tidak bisa kami ambil telah hanyut ke pulau-pulau bagian dalam,” sebutnya.

Dikonfirmasi pihak dari Manajemen PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengaku telah mendapat informasi tersebut dan segera melakukan pengecekan ke lokasi.

“Terimakasih informasinya, kami akan segera melakukan pengecekan ke Pulau Sebira,” ujar perwakilan dari anak perusahaan PT Pertamina itu.

Sementara, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten (Asekbang) Kepulauan Seribu Iwan P. Samosir mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu telah berkoordinasi dengan pihak PT Pertamina.

“Tadi kami sudah berkoordinasi dengan PHE, mereka akan turunkan tim,” katanya singkat.

loading...

Pos terkait