Sikapi Observasi Corona, Bupati : Kita Harus Ikhlas Ini Kepentingan Negara

  • Whatsapp

Sejak lansiran informasi dipilihnya Pulau Sebaru Kecil di Kepulauan Seribu dijadikan lokasi observasi bagi 188 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Kapal Pesiar World Dream gejolak ditengah-tengah masyarakat mulai bermunculan.

Untuk meredam gejolak dan agar informasi yang diterima masyarakat terkait hal itu utuh, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu mengambil langkah cepat untuk mensosialisasikan dasar dan pertimbangan Pemerintah Pusat menetapkan wilayah Kepulauan Seribu sebagai lokasi observasi.

Bacaan Lainnya

loading...

Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad mengungkapkan, bahwa Pemerintah Republik Indonesia ingin melindungi 265 juta penduduknya sehingga harus mengambil tindakan cepat dan tentu semuanya sudah terukur.

Masalah ini, sambung dia, bukan lagi kapasitas warga untuk ikut berpikir memutuskan dan sebagainya. Hal ini adalah keputusan negara yang tujuannya untuk keselamatan rakyat. 

“Kita harus legowo dan ikhlas, karena ini untuk kepentingan negara,” ungkap Husein dihadapan sejumlah warga di Ruang Pola Kantor Bupati Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka, Senin (24/2) malam.

Pemerintah pusat, kata dia, telah melakukan  monitoring terhadap Pulau Sebaru Kecil sehingga diambil Keputusan. Hal itu juga berdasarkan analisa bahwa di pulau itu terdapat fasilitas rehabilitasi narkoba.

“Bila dibandingkan di Natuna, di Pulau Sebaru Kecil tidak perlu lagi membangun tenda dan kelengkapan lainnya,” sebutnya.

Sehingga tugas warga Kepulauan Seribu adalah menjaga suasana agar tetap kondusif dan mempercayakan sepenuhnya kepada para pemimpin negeri ini.

“Jumlah 188 rakyat yang menghadapi musibah saja dipikirin apalagi 28 ribu warga Kepulauan Seribu sudah pasti dipikirkan oleh negara,” jelasnya.

Pos terkait