Elemen Masyarakat Pulau Seribu Sikapi Observasi Corona di Pulau Sebaru

  • Whatsapp

Elemen masyarakat dari sejumlah unsur di Kepulauan Seribu menyatakan sikap terkait dengan rencana Pulau Sebaru, Kelurahan Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara sebagai lokasi rencana observasi 188 WNI dari kapal pesiar World Dream untuk memastikan mereka terbebas dari virus corona.

Seperti diberitakan di sejumlah media massa nasional, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebutkan Pulau Sebaru dipilih untuk lokasi observasi WNI dari kapal tersebut dan akan dipersiapkan fasilitasnya.

Bacaan Lainnya

loading...

Menyikapi hal itu, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kepulauan Seribu Lukman Hadi mengaku menolak. Dia beralasan, pemilihan salah satu pulau di Kepulauan Seribu untuk observasi virus corona akan menimbulkan dampak negatif pada sejumlah aspek utamanya kesehatan dan kelangsungan pariwisata.

“Kita sangat khawatir, dampaknya akan mengguncang sektor ekonomi andalan masyarakat pulau yang dekade ini bersumber dari pariwisata. Terlebih, dari aspek kesehatan pelayanannya juga belum siap, kalau-kalau ada masyarakat yang terkena imbas dari observasi itu,” ujar Lukman, Senin (24/2).

Dikatakan Lukman, kendati letak Pulau Sebaru jauh dari pulau permukiman, akan tetapi aktivitas nelayan dan pariwisata sering bersinggungan pulau itu. Dia menyebutkan, seperti Pulau Pantara dan pulau resort lainnya merupakan pulau tujuan wisata.

“Kami ingin Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu dan Provinsi DKI Jakarta meminta Pemerintah Pusat untuk tidak melanjutkan rencana itu. Karena selama ini masyarakat sangat mengetahui bahaya dari virus corona dari publikasi media,” tegasnya.

Sementara Ketua Gema Keadilan DKI Jakarta Noval Abuzarr mengaku tidak sepenuhnya menolak. Asalkan penanganan observasi 188 WNI dilakukan dengan persiapan dan pemantauan yang ketat.

Menurut Noval, memperhatikan kesehatan dan keselamatan WNI yang diobservasi memang penting, tapi juga perlu memperhatikan dampak ekonomi dan pariwisata yang ditimbulkan kepada masyarakat Kepulauan Seribu. 

“Kami meminta Pemprov DKI, Pak Gubernur, juga memikirkan hal tersebut dan solusinya, misalnya memberikan insentif pariwisata, ekonomi dan pembangunan dari dampak yang mungkin saja terjadi,” jelasnya.

Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad mengungkapkan sebagai warga negara semestinya mengedepankan kepentingan yang lebih besar. Masalah virus corona ini  adalah kepentingan nasional.

“Ini kan kepentingan nasional, katanya NKRI, karena itu kepentingan negara harus dikedepankan. Contohnya di Natuna bisa dilakukan, padahal lokasi observasi hanya berjarak 6 kilometer dari pemukiman penduduk,” ungkapnya.

Namun begitu, bupati mengatakan, soal kepastian dari rencana itu saat ini akan dibahas pada rapat koordinasi di Kementerian PKM. “Nanti hasilnya akan kita sampaikan,” tambahnya singkat.

Pos terkait