Merusak Karang, 8 Kapal Nelayan Cantrang Diamankan Petugas

  • Whatsapp
Foto : Lantaran menggunakan alat tangkap tak ramah lingkungan dan merusak terumbu karang, delapan kapal nelayan cantrang (pukat) yang tengah beroperasi di perairan Kepulauan Seribu diamankan petugas gabungan. (Dok. KPKP Kep. Seribu)

Lantaran menggunakan alat tangkap tak ramah lingkungan dan merusak terumbu karang, delapan kapal nelayan cantrang (pukat) yang tengah beroperasi di perairan Kepulauan Seribu diamankan petugas gabungan.

Para nahkoda kapal dilakukan pembinaan, alat tangkap mereka disita sementara, dan dokumen kapal nelayan yang sebagian besar berasal dari daerah Cituis, Banten ini ditahan petugas untuk kepentingan administratif.

Bacaan Lainnya

loading...

“Kami mengambil tindakan tegas, karena alat tangkap mereka merusak terumbu karang dan bahkan merusak bubu rajungan nelayan Pulau Lancang,” tegas Rahmat Lubis, Kepala Satpol PP Kepulauan Seribu, Selasa (18/2).

Menurut Rahmat, penertiban dilakukan oleh 44 personel gabungan terdiri dari Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu, Perhubungan, Satpol PP, dan dibantu unsur dari TNI-Polri.

“Hari ini kita targetkan kapal nelayan cantrang yang sempat dikeluhkan. Esok target penertiban adalah bagan tancap,” sebut Rahmat.

Wakil Bupati Kepulauan Seribu Junaedi usai memimpin apel persiapan penertiban menegaskan, tindakan tegas harus dilakukan untuk menjaga kelestarian alam di Kepulauan Seribu.

Praktik nelayan menggunakan alat tangkap tak ramah lingkungan jelas bertentangan dengan Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (Tibum). 

“Harus ditertibkan dan bila perlu berkelanjutan agar terumbu karang kita tidak rusak oleh ulah mereka,” tegas Junaedi.

Penertiban ini, lanjut Wakil Bupati, juga terkait dengan semangat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu yang menjadikan keindahan alam sebagai potensi pariwisata.

“Kita lakukan pembenahan di semua lini, termasuk soal kelestarian terumbu karang. Bila ada aktivitas merusak seperti jaring cantrang harus segera ditertibkan,” jelasnya.

loading...

Pos terkait