Didiagnosa Sakit Parah, Maryati Lansia Sebatang Kara Hanya Bisa Pasrah

  • Whatsapp

Tak ada kata lain yang dapat menggambarkan kondisi Maryati (67) kecuali kata prihatin. Ya, lansia sebatang kara, warga Pulau Kelapa Dua RT 003/05 Kelurahan Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara ini hanya bisa pasrah dan terbaring lemah di salah satu bangsal pasien di RSUD Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka.

Tubuh tuanya sudah tak berdaya lantaran hasil laboratorium, dokter  mendiagnosa Maryati mengalami pembengkakkan jantung dan diduga mengidap tumor di salah satu organ tubuhnya.

Maryati dievakuasi dari kediaman sederhananya pada Selasa (28/1) lalu ke Rumah Bersalin Pulau Kelapa. Karena kondisi semakin memburuk, dia dirujuk ke RSUD Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka.

Kondisi Maryati hingga Jumat (31/1) dini hari semakin memburuk. Dia harus segera mendapat perawatan di rumah sakit yang memiliki fasilitas medis lengkap di daratan Jakarta.

“Dokter sarankan untuk dirujuk ke rumah sakit di daratan Jakarta karena di RSUD Pulau Pramuka¬† tidak dapat mengambil tindakan lebih jauh untuk menangani penyakitnya,” ungkap Musliadi, Ketua RW 05 Kelurahan Pulau Kelapa berbincang dengan beritapulauseribu.id disela mendampingi Maryati.

Menurut ketua RW, Maryati hidup sendiri setelah ditinggal mati suaminya beberapa tahun lalu. Dia tidak memiliki anak ataupun saudara dekat di Pulau Kelapa Dua. Bahkan, untuk menghidupi diri Maryati sering dibantu tetangga dan warga lainnya.

“Saya masih bingung untuk mengambil keputusan, karena bila dirawat ke darat tidak ada orang yang menemani dan membantu memenuhi kebutuhannya. Sementara kondisi istri dan orangtua saya juga dalam keadaan sakit dirumah,” tutur Musliadi.

Warga Kumpulkan Sumbangan

Masih menurut Musliadi, kondisi Maryati sangat membutuhkan kepedulian bersama. Hal itu pun telah dilaporkan ke pimpinan wilayah Pulau Kelapa. Bahkan, Musliadi mengaku sudah meminta pendampingan pasien ke Lembaga Bantuan Kesehatan Masyarakat (LBKM) Kepulauan Seribu agar dibantu.

“Saya sudah ikhtiar memohon bantuan, tapi belum ada jawaban pasti. Saya prihatin tapi saya juga tidak berdaya,” keluh Musliadi.

Untuk membantu Maryati, disebutkannya, Karang Taruna Pulau Kelapa Dua berinisiatif mengumpulkan sumbangan uang dari warga yang peduli dan hingga Kamis (30/1) malam uang yang terkumpul mencapai Rp 1,5 juta.

“Uang bantuannya ada, tapi gak tau cukup atau tidak. Masalah penting yang dihadapi saat ini, kami belum dapat orang yang mau menemaninya. Karena bila dirawat di darat butuh waktu paling cepat satu sampai dua minggu,” tuturnya.

Situasi yang dialami Marwati ini harus menjadi perhatian pihak-pihak terkait. Untuk membantunya dibutuhkan rasa kepedulian tinggi dan mengenai penanganan penyakit Marwati ada kepastian sesegera mungkin.

  • Whatsapp