Mengacu Pergub, Ini Tarif Harga Pelanggan SWRO di Pulau Seribu

  • Whatsapp

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jakarta Raya atau PAM Jaya menyebutkan tarif pelanggan penggunaan air dari program Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Kepulauan Seribu mengacu pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta nomor 34 tahun 2018.

Mengacu Pergub tersebut, maka setiap kelompok pelanggan air PDAM saat ini dikenakan tarif beragam. Tarif paling murah dipatok Rp 1.050 per meter kubik.

Tarif golongan I itu berlaku untuk rumah, tempat ibadah dan asrama. Golongan II, yakni rumah sakit dan rumah susun dipatok harga Rp 1.050 – Rp 1.575 per meter kubik,

Untuk Golongan III A yaitu rumah tangga sederhana bertarif Rp 3.350 – Rp 4.700 per meter kubik. Golongan III B, yaitu kios dan rumah tangga menengah dipatok pada kisaran harga Rp 4.900 – Rp 6.000 per meter kubik.

Sementara Golongan IV, yaitu perkantoran, kedutaan besar dan pabrik dipatok mulai dari Rp 6.825 – Rp12.550 per meter kubik. Untuk Golongan V, yaitu pelabuhan seharga Rp 14.650 per meter kubik.

Berikut link unduh : Pergub DKI Jakarta nomor 34 tahun 2018.

“Masyarakat Kepulauan Seribu menikmati air perpipaan dengan tarif yang mengacu pada Pergub nomor 34 tahun 2018,” ujar Priyatno Bambang Hernowo, Direktur Utama PAM Jaya, seperti dikutip dari laman www.beritajakarta.id, Jumat (24/1).

Menurut dia, PAM Jaya menyosialisasikan tarif dan kepelangganan kepada masyarakat di Pulau Panggang, Pulau Pramuka, Pulau Kelapa Dua dan Pulau Payung pada 23 – 24 Januari.

“Sosialisasi itu dijelaskan tentang kepelangganan, dalam hal tata cara menjadi pelanggan PAM JAYA, hak dan kewajiban, tarif air serta sangsi denda,” tutup Priyatno.