KPKP Pulau Seribu akan Sita Alat Tangkap Ikan Tak Ramah Lingkungan

  • Whatsapp

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelauatan, dan Pertanian Kepulauan Seribu akan melakukan tindakan penertiban dan penyitaan terhadap alat tangkap nelayan yang masih menggunakan alat yang tidak ramah lingkungan.

Hal itu dilakukan untuk mecegah kerusakan ekosistem laut Kepulauan Seribu terhadap aktivitas penangkapan ikan yang melanggar aturan seperti penggunaan jaring cantrang dan pukat harimau.

Baca Lagi :

Kepala Seksi Kelautan Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Kepulauan Seribu, Wawan mengungkapkan, penertiban terhadap nelayan yang menggunakan cantrang dan pukat hariamu di wilayah Kepulauan Seribu kerap dilakukan.

Namun, nelayan tersebut selalu mengulangi kegiatan penangkapan sehingga selalu menjadi masalah dan keluhan nelayan lain yang terdampak dari aktivitas dilarang itu.

“Sering kita lakukan, bahkan beberapa kasus penindakan prosesnya hingga ke ranah hukum,” ujar Wawan.

Baca Lagi :

Dia menegaskan, per 1 Januari 2018 alat tangkap cantrang dan pukat telah dilarang berdasarkan Peraturan Menteri Kelauatan dan Perikanan RI Nomor 2 Tahun 2015.

“Awal Februari akan kita lakukan penertiban bersama Satpol PP, Kepolisian, dan instasi terkait. Kali ini akan ada tindakan sita alat tangkapnya,” jelas Wawan.

Kepala Satpol PP Kepulauan Seribu, Rahmat Lubis menambahkan, pihaknya telah melakukan monitoring aktivitas penangkapan nelayan pengguna jaring cantrang dan pukat di wilayah sekitar perairan Pulau lancang, Kepulauan Seribu Selatan.

“Kita mulai bulan depan, mereka yang masih melanggar akan kita tertibkan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

loading...
  • Whatsapp