Bantu Pendalaman Alur Pelabuhan Rawasaban, Pemilik Kapal Ojek Inisiatif Patungan

  • Whatsapp

Lantaran dirasa mendesak, para pemilik kapal penumpang tradisonal (Ojek/Fery) di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan berinisiatif patungan dana untuk membantu pekerjaan pendalaman alur Pelabuhan Rawasaban, Tangerang, Banten.

“Masalah ini mendesak, kami tidak bisa menunggu lagi dan bersepakat patungan untuk bantu biaya pekerjaan pendalaman alur di Rawasaban,” ujar H. Badrun, Tokoh Masyarakat Pulau Tidung kepada beritapulauseribu.id, Rabu (15/1).

Baca Juga :

Dikatakan Badrun, bukan hanya pemilik kapal dari Pulau Tidung, kapal-kapal tujuan Rawasaban dari Pulau Lancang, Pulau Panggang, dan Pulau Kelapa juga ikut mengumpulkan dana tersebut. Tiap pemilik kapal menyumbang Rp 1 juta.

“Para pemilik warung juga ikut menyumbang, tentunya sesuai dengan kemampuan mereka,” tuturnya.

Menurutnya, terkait permasalahan Pelabuhan Rawasaban sudah sering disuarakan dan disampaiakan ke Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu. Selain itu, saat ada pertemuan anggota DPRD DKI Jakarta masalah ini menjadi bahasan.

Baca Juga :

Langkah pengumpulan dana juga berdasarkan surat permohonan dari pihak kuasa hukum pelaksana pekerjaan pengerukan atau normalisasi Kali Cituis serta dikuatkan dengan surat dari Dinas Perhubungan Provinsi Banten.

Alhamdulillah, terkumpul Rp 11 juta dan dananya sudah kita serahkan. Harus kita dukung, karena selama ini masyarakat Kepulauan Seribu memanfaatkan pelabuhan itu,” terangnya.

Seperti diketahui, kondisi alur masuk Pelabuhan Rawasaban (Kali Cituis) mengalami pendangkalan dan penyempitan. Akibatnya, sejumlah kapal-kapal penumpang tradisonal dari Kepulauan Seribu kesulitan bersandar di pelabuhan itu.

Bahkan, belakangan terjadi konflik antara pemilik kapal penumpang dengan sejumlah nelayan setempat yang berbuntut pada pembatasan waktu bongkar muat barang di pelabuhan. Hal itu tentu merugikan kapal-kapal tradisonal penumpang Kepulauan Seribu.

loading...
  • Whatsapp