Hati-hati!, Wadah Hidroponik Rentan Jadi Sarang Nyamuk

  • Whatsapp

Penanaman tumbuhan dengan menggunakan sistem hidroponik memang sedang gencar dilakukan di Kepulauan Seribu. Namun, perlu diwaspadai wadah penampungan air pada hidroponik rentan menjadi tempat tumbuh kembang nyamuk.

Hal itu seperti ditemukan Tim Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara saat melaksanakan giat PSN di lokasi pelaksana hidroponik Kelompok Tani Hijau Lestari RW 05 kelurahan setempat.

Baca Juga :

“Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar wadah air hidroponik tidak menjadi sarang nyamuk,” tutur Kepala Puskesmas Kelurahan Pulau Panggang, Hj. Susilowati, Selasa (14/1).

Menurut dia, pelaksana kegiatan hidroponik harus rajin menguras wadah air yang terdapat jentik nyamuk dan menyaringnya. Membersihkan dinding wadah penampungan air agar terbebas dari telur nyamuk yang menempel.

Selanjutnya, tambah dia, melakukan penutupan lubang atau celah wadah air yang menjadi jalan nyamuk untuk bertelur. Memeriksa wadah air secara berkala minimal enam hari sekali karena tumbuh kembang jentik nyamuk terjadi dalam masa tujuh hari.

Baca Juga :

“Atau bisa menempatkan ikan pada wadah agar memakan telur dan jentik nyamuk,” ujar Susilowati.

Langkah lainnya, sambungnya, wadah penampungan diberikan abate sesuai takaran yang diperlukan pada tiap-tiap wadah. Namun, hal itu tidak dianjurkan karena berdampak pada hasil tanaman.

“Kami tidak menganjurkan memberikan abate, karena perlu takaran yang sesuai,” pungkasan.

Berikut video amatir penemuan jentik nyamuk di wadah hidroponik :

  • Whatsapp