Cantiknya Lampu Tidur dari Paralon Bekas ala Asep Surahman

  • Whatsapp

Memanfaatkan potongan paralon bekas, ditangan seorang Asep Eman Surahman warga Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan, berubah menjadi karya seni nan cantik dan tentunya bernilai ekonomi.

Berawal banyaknya potongan paralon yang ada disekitar rumahnya, Asep memutar otak agar barang bekas itu dapat menghasilkan karya seperti lampu tidur. Perlahan tapi pasti, hasil kreasinya kini menjadi salah satu cenderamata yang cukup diminati.

“Saya melihat banyak paralon bekas tidak terpakai, saya coba kreasikan dan hasilnya ada berbagai motif lampu tidur,” ucap Asep beberapa waktu lalu.

Asep menyebutkan, hasil karyanya saat ini telah menjadi salah satu cenderamata yang cukup diminati. Dia mem-bandrol dengan harga mulai dari Rp 75 ribu sampai yang termahal  Rp 350 ribu.

“Tergantung kreasinya, yang agak susah seperti tulisan kaligrafi, saya jual Rp 350 ribu,” sebutnya.

Untuk memasarkan lampu tidur itu, Asep mengaku memanjang di sejumlah stand acara baik yang dilaksanakan di Pulau Tidung atau di stand event kegiatan yang dilaksanakan pemerintah.

“Biasanya saya diminta membawa produk untuk ikut pameran cinderamata. Kalau yang di pulau bisa juga langsung ke rumah saya,” ucapnya.

Diakuinya, untuk membuat satu lampu tidur dia membutuhkan waktu 3 sampai 5 hari. Mulai dari desain, memasang pernak pernik hingga finishing (penyelesaian akhir).

“Memang masih harus banyak belajar. Soalnya agak susah memilih motif yang disukai pembeli,” ujar Asep.

Dari itu, dia berharap usaha sampingannya ini terus didukung oleh pihak teknis terkait. Selain pemasaran, Asep juga berharap ada pelatihan desain agar motif yang dipilih lebih variatif.

“Didukung banget, saya berharap nanti ada pelatihan desain agar warga lain di Kepulauan Seribu bisa juga berkreasi,” tuntasnya.

  • Whatsapp