Pencemaran Minyak, Warga Tuntut Dana Konpensasi Segera Dicairkan

  • Whatsapp
Foto : Google Image

Warga terdampak pencemaran limbah minyak (pek) di Kepulauan Seribu menuntut agar PT Pertamina segera mencairkan dana konpensasi. Diketahui, dari sebanyak 727 warga baru sekitar 20 persen yang telah menerima dana tersebut.

“Banyak warga yang membicarakan itu, mereka menuntut agar segera dicairkan karena sudah lama juga,” ujar Rohim (42) salah seorang warga Pulau Untung Jawa, Senin (30/12).

Dia mengatakan, dana konpensasi itu adalah janji pihak Pertamina yang juga telah disepakati dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu. Karenanya, warga ingin tahu kepastian kapan dana itu diberikan.

“Harus ada kepastian, jangan digantung. Soalnya, sudah dilakukan pendataan siapa saja yang berhak menerima,” katanya.

Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi mengungkapkan, warga terdampak pencemaran berhak menuntut konpensasi itu. Karena telah disepakati bersama anatar PT Pertamina dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu.

“Memang sudah banyak tuntutan dari warga. Mereka meminta kepastian, kapan konpensasi itu direalisasikan,” ungkapnya.

Namun begitu, Junaedi yang sekaligus Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Penanggulangan Pencemaran Tumpahan Minyak PT Pertamina meminta warga bersabar. Karena pihaknya tidak tinggal diam dan akan terus berjuang.

“Kami sudah tanyakan soal itu, menurut manajemen Pertamina proses verifikasi tahap dua sudah selesai dan paling cepat bulan Janurai bisa diberikan,” tuturnya.

Selain dana konfensasi, Wakil Bupati juga menyebutkan, bahwa PT Pertamina juga berkewajiban melakukan perbaikan terhadap dermaga sandar di Pulau Untung Jawa. Pasalnya dermaga itu rusak karena terbentur kapal Pertamina saat dilakukan pembersihan limbah.

“Termasuk perbaikan dermaga, itu kewajiban Pertamina,” tegasnya.

Sebelumnya, sekitar 22 Juli 2019 lalu terjadi kebocoran minyak dan gelembung gas di sekitar anjungan lepas pantai YYA, blok Minyak dan Gas Offshore North West Java (ONWJ) PT Pertamina yang terletak sekitar dua kilometer dari Pantai Utara Jawa, Kerawang, Jawa Barat.

Limbah minyak mentah itu mengotori sejumlah pantai di Karawang hingga Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Beberapa pantai di Karawang yang terdampak di antaranya Pantai Tanjungpakis, Pantai Sedari, Pantai Pisangan, Samudera Baru, Pantai Pelangi.

Sementara di Kepulauan Seribu terdapat tujuh pulau yang tercemar, yakni Pulau Untung Jawa, Pulau Bidadari, Pulau Ayer, Pulau Rambut, Pulau Bokor, Pulau Damar, dan Pulau Lancang.

Tumpahan itu juga mengakibatkan ditutupnya sejumlah tempat wisata pantai dan menurunnya tangkapan nelayan.

  • Whatsapp