Prihatin, Jembatan Pelangi Riwayatmu Kini

  • Whatsapp

Sempat digadang menjadi salah satu ikon wisata di Kepulauan Seribu, Jembatan ‘Pelangi’ di Pulau Lancang, Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan, kini kondisinya memprihatinkan.

Jembatan kayu di hutan mangrove tak jauh dari Gedung Kelurahan Pulau Pari itu ambrol dan tak terawat. Papan alas jembatan telah hilang digantikan beberapa lanjar bambu dan yang tersisa lainnya hanya tiang penyangga terbuat dari cor-an paralon.

Gak ada perhatian sama sekali, sayang dibiarkan rusak dan tak terawat,” ujar Arafik (35) salah seorang warga Pulau Lancang kepada beritapulauseribu.id, Jumat (27/12).

Sejatinya, kata dia, Jembatan Pelangi sempat jadi harapan warga untuk menjadi daya tarik wisata di Pulau Lancang. Jembatan yang mengitari sisi barat pulau memiliki potensi untuk menjadi ikon wisata.

“Waktu masih bagus, banyak wisatawan yang datang. Bahkan, warga juga banyak yang memanfaatkan jembatan itu untuk mengisi waktu sore sambil melihat matahari terbenam,” papar Arafik.

Sayang, sambungnya lagi, perhatian pemerintah terhadap potensi wisata Pulau Lancang sangat kurang. Hal itu, berbeda jauh dengan pulau-pulau lainnya di Kepulauan Seribu.

“Mungkin pulau kami tidak penting atau mungkin anak tiri, buktinya kalau pulau lain dipasang tempat swafoto, lah kita ma hanya manyun gak kesentuh,” gerutunya.

Menanggapi kondisi memprihatinkan jembatan itu, Lurah Pulau Pari Sarjono mengaku belum mendapat informasi. Dia mengatakan, kelurahan akan mendukung bila dari unit teknis atau instansi tertentu ingin berencana merehabilitasi jembatan itu.

“Sampai saat ini, kami belum dapat informasi rencana itu, bila ada kami akan mendukung,” katanya singkat.