Jelang Nataru, 104 Kapal Penumpang Diawasi Ketat

  • Whatsapp

Menjelang libur Natal 2019 dan tahun baru 2020 sektor pelayaran angkutan penumpang di Kepulauan Seribu menjadi perhatian khusus. Standar operasional prosedur (SOP) 104 unit kapal angkut penumpang yang beroperasi akan diawasi secara ketat.

“Kita stressing di keselamatan pelayaran, angkutan penumpang baik kapal cepat atau kapal tradisional harus mematuhi SOP yang berlaku,” tegas Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi, Selasa (17/12).

Menurut dia, kapal angkut penumpang reguler yang terdata yakni kapal cepat milik Dinas Perhubungan DKI Jakarta 6 unit di Pelabuhan Kali Adem dan kapal cepat milik swasta 29 unit di Pelabuhan Marina Ancol.

Sedangkan kapal-kapal tradisional (ojek) terdapat di Pelabuhan Kali Adem 62 unit, di Pelabuhan Rawasaban 6 unit, dan 1 unit Kapal besar KM Sabuk Nusantara di Pelabuhan Sunda Kelapa.

“Pemeriksaan secara ketat akan kita lakukan, kesiapan dan kelengkapan kapal semuanya harus dipenuhi. Mengingat prediksi kunjungan wisata libur akhir tahun di Kepulauan Seribu akan melonjak,” ucap Junaedi.

Untuk antisipasi keselamatan, dia mengatakan, Pemkab akan dibantu oleh sejumlah lembaga dan badan terkait seperti penempatan Kapal SAR Nasional di Pulau Karya, Kapal Patroli Ditpolair Polda Metro Jaya, dan Kapal dari TNI Angkatan Laut RI.

“Kita juga melibatkan BMKG untuk perkiraan cuaca perairan Kepulauan Seribu. Sedangkan untuk pengamanan wilayah menjadi domain Polres Kepulauan Seribu, Koramil, TNI AL dan dibantu Satpol PP,” imbuh wakil bupati.

Meski persiapannya sudah baik, Junaedi tetap menghimbau agar masyarakat Kepulauan Seribu juga berperan dan terlibat dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung wisata.

“Bagi pengunjung wisata, silahkan berlibur dan menikmati objek wisata yang ada. Namun, harus menjaga keamanan dengan tidak membawa barang terlarang dan yang terpenting jaga kebersihan dengan tidak membuang sampah ke laut,” ajaknya.