Baznas Bazis DKI Serap Ide Segar Mahasiswa di Hackathon Competition 

  • Whatsapp

BPS.id – Baznas (Bazis) DKI menyelenggarakan ajang kompetisi kalangan mahasiswa bertajuk Hackathon Competition. Lewat ajang ini, para mahasiswa ditantang untuk memberikan ide segar serta solusi cerdas berbasis teknologi terhadap persoalan di Jakarta. 

Kompetisi dibuka langsung oleh Ketua Baznas (Bazis) DKI Jakarta, KH. DR. Ahmad Lutfi Fathullah dan diselenggarakan 5 dan 6 Desember 2019 di Taman Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur.

“Panitia memberikan empat kategori masalah yang harus dipilih untuk diselesaikan para peserta, yaitu masalah kesehatan, kemiskinan, pelayanan publik dan lingkungan hidup,” ungkap Arief Faqihudi, Ketua Panitia Hackathon Competition, Jumat (6/12).

Dia menyebutkan, sejak dibuka tanggal 20 Oktober lalu, panitia telah menerima 60 proposal dari tim mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, seperti UI, IPB, UIN dan UMJ, UGM dan Amikom Yogyakarta.

Menurutnya, dari 60 proposal yang masuk, tim seleksi memilih total 25 proposal dari empat kategori masalah yang dipilih oleh peserta. Dari tiap kategori dipilih 6 kelompok (kecuali lingkungan hidup 7 kelompok) untuk bersaing di babak Hack Time.

Babak Hack Time adalah babak yang paling menentukan, dimana mereka dikumpulkan dalam satu forum selama dua hari dua malam untuk memperlihatkan kemampuan masing-masing tim dalam mewujudkan ide cemerlang mereka menjadi aplikasi atau teknologi yang mendekati apa yang mereka ingin wujudkan.

“Mereka harus menunjukkan kemampuannya di depan dewan juri yang terdiri dari para ahli dan praktisi di bidang IT,” terang Arief.

Dalam babak Hack Time, para peserta mendapat dua kali penjurian, yaitu penjurian inisial dan penjurian final. Penjurian inisial dilakukan pada saat tim diberi kesempatan menyusun koding untuk aplikasi yang mereka bangun. Disini penilaian sepenuhnya menyangkut IT atau masalah teknis. 

“Juri inisial ini untuk menseleksi peserta menjadi 12 tim. Juri inisial ini akan menilai lebih kepada masalah teknis IT-nya,”  sebut Alumni Teknik Mesin UGM 2017 ini.

Dua belas tim ini masing-masing merupakan tiga tim terbaik dari  masing-masing kategori. merekalah yang kemudian masuk ke penjurian final, dimana mereka mendapat kesempatan mempresentasikan karya mereka di depan para juri untuk dinilai.

“Bukan hanya aspek teknis dan IT-nya saja tetapi juga aspek bisnis dan impactnya buat masayarakat Jakarta,” tambah Arief.

Sementara, Wakil Ketua II Bidang Pendayagunaan dan Pendistibusian Baznas (Bazis) DKI Jakarta, Saat Suharto Amjad mengungkapkan, kompetisi Hackathon ini bertujuan merangkul energi besar mahasiswa untuk bersama memikirkan kompleksitas persoalan Kota Jakarta.

“Kita ingin mengajak generasi millenial untuk peduli terhadap komplesitas masalah masyarakat  yang ada di Jakarta melalui pendekatan aplikasi teknologi,” ungkap Saad Suharto.