Bangkai Kapal Ditertibkan, Milik Pemda ?

  • Whatsapp

BPS.id – Program penertiban bangkai kapal yang tengah gencar dilakukan di Kepulauan Seribu disambut baik masyarakatnya. Bahkan, mereka tidak segan bahu membahu bersama aparat pemerintah menertibkan bangkai kapal di wilayahnya.

“Saya sangat setuju dan mendukung. Itu untuk keindahan wilayah, bahkan kalau bisa semua kapal-kapal rusak dan yang sudah tidak urus pemiliknya ditertibkan,” ungkap Syukur Fattah (52) warga Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Jumat (6/12).

Baca lagi : Pulau Panggang akan Tertibkan 25 Bangkai Kapal

Disamping merusak pemandangan, sambung dia, keberadaan bangkai kapal juga membuat lokasi pantai terkesan kumuh. “Nah, sekarang kan baru kapal-kapal warga yang ditertibkan. Lalu, bagaimana dengan bangkai kapal milik Pemda,” tanya Syukur.

Contohnya, kata Syukur, bangkai kapal milik salah satu Kementrian yang berada di bagian utara Kantor Lurah Pulau Panggang. “Coba lihat, sampai saat ini masih ngejogrok di dekat kelurahan, dekat kelurahan loh,” ujarnya.

Baca Lagi : Kotori Pantai, Bangkai Kapal akan Ditertibkan

Lurah Pulau Panggang, Pepen Kuswandi memastikan program penertiban bangkai kapal di wilayah pemerintahannya akan konsisten dilakukan. Pihaknya meyakini, penertiban itu bukan hanya berlaku bagi kapal-kapal milik warga.

“Milik Pemda pasti kita tertibkan, tapi kita lihat dulu dasar hukumnya. Karena pemusnahan aset pemerintah ada aturannya dan kita harus ketahui dengan pasti agar tidak terjadi masalah dikemudian hari,” tegas Pepen.

Disebutkannya, dari 25 bangkai kapal yang terdata, ada sebagian kecil diantaranya milik Pemda dan itu sudah menjadi target penertiban. “Sesuai arahan bupati, bila tidak bisa dihancurkan, bangkai kapal itu akan dipindahkan ke lokasi lain,” jelas Pepen.

Sebelumnya, Pepen menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan penertiban terhadap dua bangkai kapal yang berada di bagian utara Pulau Pramuka. Satu dimusnahkan dan satunya lagi dipindahkan dari lokasi semula.

“Kemarin bersama warga dan dibantu aparat keamanan (Polisi) kita bersama menertiban bangkai kapal di Pulau Pramuka. Memang butuh tenaga ekstra, karena proses penertibannya masih manual,” jelasnya.

loading...
  • Whatsapp