300 Warga Ikuti Sosialisasi Dungmas Satpol PP DKI

  • Whatsapp

BPS.id – Sebanyak 300 warga Kepulauan Seribu mengikuti kegiatan Sosialisasi Perlindungan Masyarakat (Dungmas) yang diselenggarakan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi DKI Jakarta.

Kegiatan dilaksanakan pada 4 dan 5 Desember 2019 di Vila Kedaton, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Peserta merupakan sejumlah unsur kelembagaan sosial masyarakat dari Kecamatan Kepulauan Seribu Utara 150 orang dan Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan 150 orang.

“Kami menyambut baik kegiatan ini, informasi yang disampaikan narasumber sangat mengena dengan kondisi yang ada di Kepulauan Seribu,” ungkap Ali Muntasir, Anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kelurahan Pulau Panggang, Kamis (5/12).

“Kita (masyarakat) harus juga berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tentram. Sosialisasi seperti ini harus terus digalakkan,” terang Ali yang juga Tokoh Masyarakat Pulau Panggang ini.

Narasumber kegiatan dari Kementrian Pertahanan dan Keamanan (Kemenhankam) RI, Kolonel Amirudin mengatakan, Kepulauan Seribu memiliki wilayah terbuka dan adalah perlintasan pelayaran internasional sehingga dari segi keamanan harus menjadi perhatian khusus.

Elemen keamanan dan masyarakat harus kompak dan lebih peduli. Misalnya masalah narkoba, kata dia, masyarkat harus peduli dan jadi garda terdepan dalam upaya membatasi gerak peredarannya.

“Pihak keamanan sangat membutuhkan peran masyarakat dalam penanganan ketertiban umum. Masyarakat pun harus berperan aktif, karena itu implementasi¬† dari bela negara, ” terang Amirudin.

Kepala Bidang perlindungan Masyarakat Satpol PP DKI Jakarta, Atok Baroni mengatakan, sosialisasi Program Dungmas telah dilakukan di hampir semua wilayah kecamatan di DKI Jakarta. Tujuannya, untuk mengajak masyarakat sebagai pelopor ketentraman dan ketertiban umum (Tramtibum).

“Kita ajak masyarakat berpartisipasi dalam Tramtibum, sesuai pesan pimpinan, Satpol PP harus humanis dan tegas. Tegas dalam konteks bukan berarti arogan,” ucap Atok Baroni.

Kegiatan sosialisasi, tambahnya, sebagai bagian dari upaya membangun dan menjalin komunikasi dua arah antara Satpol PP dengan masyarakatnya. “Jadi kita akan gerak bersama menyelesaikan masalah yang terjadi di wilayah,” tutupnya.

  • Whatsapp