3 Warga Meninggal Dunia, Kapal Jenazah Lagi jadi Masalah

  • Whatsapp

BPS.id – Hingga saat ini, masalah ketersedian kapal khusus angkut jenazah di Kepulauan Seribu masih jadi polemik. Kapal yang sejak lama didambakan sebagian besar warga tak kunjung ada di wilayah kabupaten di Jakarta ini.

Seperti hari ini, Kamis (5/12), tiga warga Kepulauan Seribu meninggal dunia di sejumlah rumah sakit di daratan Jakarta. Keluarga mereka sangat membutuhkan ketersediaan kapal antar jenazah.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, warga yang meninggal dunia adalah atas nama Jaenah warga RT 001/01 Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan.

Lalu, atas nama Mahfud bin H. Ridwan warga RT 003/04 Kelurahan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan. Keduanya meninggal di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat.

Sedangkan atas nama Paramita Sari binti Marjuki warga RT 002/02 Kelurahan Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara meninggal dunia di RS Amanda Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Ketiadaan kapal antar jenazah menjadi sorotan beragam dari sejumlah pihak. Mereka berharap peristiwa ini menjadi perhatian pemerintah DKI Jakarta.

“Kami kecewa, masih lempar sana lempar sini. Ya, dari pada tidak pasti, terpaksa jenazah paman saya diantar melalui Rawasaban,” ungkap kecewa Royani, keluarga dari Almarhum Mahfud bin H. Ridwan warga Pulau Tidung.

Royani mengaku, pihak keluarga sudah berusaha minta bantuan ke Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu terkait kapal angkut jenazah. Tapi, mendapat jawaban yang tidak pasti.

Sahlan Muntako, Ketua Lembaga Bantuan Kesehatan Masyarakat (LBKM) Kepulauan Seribu menyayangkan sikap aparat pemerintah yang belum tanggap terkait masalah yang ada.

“Harusnya ada informasi yang pasti, warga menghubungi siapa, gunakan kapal apa dan dari pelabuhan mana. Yang ada semua jawabannya tunggu arahan pimpinan,” tuturnya.

Diantar Gunakan Kapal Dinas

Sementara, Achmad Ismed, Ketua RW 02 Kelurahan Pulau Kelapa mengapresiasi atas kesediaan Bupati Kepulauan Seribu dengan menyediakan kapal dinasnya mengangkut jenazah warga Pulau Kelapa atas nama almarhum Paramitah Sari.

Namun demikian, dia tetap berharap pemerintah harus menyediakan kapal khusus jenazah dan itu menjadi catatan penting permintaan warga saat acara penyerapan aspirasi masyarakat (Reses) anggota DPRD DKI Jakarta yang asli putra daerah.

“Kesediaan kapal dinas bupati mengakut jenazah warga, kami sangat apresiasi. Tapi, kita tetap berharap ada kapal jenazah yang pasti.,” kata Ismed.

Selain itu, dia meminta ada nomor kontak yang dihubungi saat warga membutuhkan pelayanan kapal angkut jenazah. “Harus dong, nomor kontak itu penting, siapa yang dihubungi bila warga butuh pelayanan lagi,” tegasnya.

Dewan Kabupaten Kepulauan Seribu, Robin menjelaskan, permasalahan kapal jenazah harus segera dicari penyelesaiannya. Dia mengatakan, Pemerintah DKI Jakarta, DPRD DKI, dan Pemerintah Kabupaten telah berupaya mengadakan kapal jenazah untuk warga Kepulauan Seribu.

“Gubernur dan DPRD DKI sudah oke, pak bupati juga sudah berupaya keras. Untuk saat ini kita bersabar dulu, masalah kapal jenazah sudah jadi perhatian kita semua. Semoga tahun depan kapal khusus itu tersedia” harap Robin.

  • Whatsapp