Stunting di Pulau Kelapa Menurun 30 Persen

  • Whatsapp

BPS.id – Masalah tumbuh kembang anak atau saat ini lebih dikenal dengan stunting menjadi perhatian khusus di tiap wilayah keluarahan di Kepulauan Seribu. Data stunting kadang menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan program kesehatan anak di wilayah setempat.

Misalnya di Kelurahan Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu. Berdasarkan data yang dihimpun pada April 2019 menyebutkan, anak yang mengalami stunting di Kelurahan Pulau Kelapa mencapai 130 anak.

Sementara pada data Oktober 2019, berdasarkan pendataan dengan melihat dan mengukur langsung tinggi dan berat badan anak, kelurahan hanya mendapatkan 80 anak mengalami stunting.

Baca lagi : Sudinkes Kepulauan Seribu Bahas Percepatan Pencegahan Stunting

“Penurunannya cukup jauh hampir 30 persen. Kita sudah crosscek langsung hanya ada 80 anak pada Oktober ini. Kita memang fokus berusaha menurunkan kasus stunting,” kata Madi M Dali, Lurah Pulau Kelapa, Kamis (28/11/2019).

Menurut Madi, katagori anak mengalami stunting tidak selalu anak tersebut bertubuh pendek, stunting lebih pada kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak. “Bisa saja ada dari faktor keturunan, contohnya ada anak sehat dan garang, makannya bagus, tapi karena orang tuanya pendek, ya anaknya juga pendek,” ujar Madi.

Kepala Sudin Kesehatan Kepulauan Seribu, dr Herwin Mayfendi menguraikan, ciri stunting berdasarkan kondisi tubuh pendek ada tiga; pendek gemuk, pendek sehat, dan pendek kurus. Anak yang mengalami stunting adalah anak yang bertubuh pendek kurus.

“Jadi stunting diukur dari tinggi badan berbanding dengan berat badan. Pendataan juga dilakukan berkelanjutan, artinya kondisi anak akan dimonitor perubahannya dalam masa satu bulan sekali,” papar Herwin.

Disebutkan Herwin, berdasarkan indeks status gizi anak balita umur 0-59 bulan di Kepulauan Seribu Tahun 2019 ini di Kepulauan Seribu terdata anak pendek 303 anak dan sangat pendek hanya 53 anak.

Menurutnya, prevalensi balita stunting di Kepulauan Seribu terjadi tren penurunan pada periode 2013 sampai dengan 2019 ini. berdasarkan data Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM), untuk tahun 2018 lalu terdapat 17 persen anak di Kepulauan Seribu mengalami stunting.

“Tahun ini menurun, data PPGBM menunjukkan penurunan menjadi 10,5 persen. Meski berdasakan data terjadi penurunan, kita tetap melakukan upaya berkelanjutan,” jelas Herwin.

  • Whatsapp