Tak Pengaruhi Kunjungan Wisata, Tidung Aquatlhon Terasa Hambar

  • Whatsapp

PULAU TIDUNG – Pelaksanaan event Tidung Aquatlhon 2019 oleh Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu dinilai kurang pengaruhi kunjungan wisata dan terasa hambar. Event olahraga yang diikuti sekitar 160 peserta tak berbayar (gratis) ini kalah pamor dengan event sama yang dilaksanakan tahun 2018 lalu.

“Jauh, perbedaanya jauh. Tahun ini kurang pengaruhi pesanan wisata bahkan seperti tak berpengaruh. Kalau makanan terasa hambar,” ujar Misan, Ketua Paguyuban Travel Wisata Pulau Tidung, Minggu (24/11/2019).

Menurut dia, minimnya kunjungan wisata seiring dengan pelaksanaan Tidung Aquatlhon disebabkan beberapa hal, seperti antara lain tidak adanya sosok publik figur yang hadir, sajian musik yang kurang mengena, dan yang terpenting kurangnya pemberdayaan pelaku jasa wisata dalam event tersebut.

“Kita lihat sendiri, cendrung sepi. Padahal, mereka gembar gembor wisatawan yang datang sampai 2 ribu orang. Kita agen travel wisata pasti taulah banyak atau tidaknya pengunjung wisata yang datang,” jelas Misan.

Dikatakan warga Pulau Tidung yang akrab disapa Anick ini, daripada anggaran milyaran digunakan untuk kegiatan yang kurang manfaat lebih baik digunakan untuk pembangunan ikon wisata baru di Pulau Tidung. “Mending bangun ikon baru, Jembatan Cinta sekarang sudah kurang menjual,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi terkait anggapan tersebut, Cucu Ahmad Kurnia, Kasudin Parbud Kepulauan Seribu mengaku akan jadikan itu masukan dan bahan evaluasi untuk pelaksanaan Aquatlhon 2020. Dirinya beranggapan, pelaksanaan Tidung Aquatlhon 2019 telah sesuai dengan ekspektasi.

“Melihatnya jangan saat ini, tapi dampak yang ditimbulkan mendatang. Event ini bagian dari promo wisata berkelanjutan. Promosi butuh biaya besar dan ini belum apa-apa,” jelas Cucu.

Menyoal ketiadaan publik figur, menurutnya, tidak otomatis menurunkan pamor event. Terkait keterlibatan masyarakat dan jasa wisata dirinya menampik keras. “Tanya saja ke panitia, sekitar 30 warga kita libatkan. Untuk persiapan jalur dibantu lintas sektoral setempat bahkan konsumsi peserta kita pesan dari penyedia catering lokal,” tegasnya.

Namun begitu, Cucu mengakui keinginan warga atau pelaku jasa wisata tidak mungkin bisa sepenuhnya diakomodir. “Kan sudah jelas kita ketahui, anggaran yang kita gunakan bersumber dari APBD dan itu ada mekanisme aturan mengikat. Jadi, semua masukan warga dan pihak yang berkepentingan tetap kita hargai,” tuturnya.

  • Whatsapp