Pedagang Keluhkan Kondisi Kios Lokta Jembatan Cinta

  • Whatsapp

PULAU TIDUNG – Baru juga dioperasikan kios lokasi wisata (Lokta) Jembatan Cinta Pulau Tidung Kepulauan Seribu sudah menuai kritik dari pedagang setempat. Hal itu terjadi, lantaran para pedagang menilai bangunan kios yang didirikan tidak sesuai dengan kios yang sebelumnya ditempati.

Salah seorang pedagang, yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, pihaknya kecewa dengan hasil pembangunan kios itu. Selain tidak sama dengan luasan kios yang ditempati sebelumnya, kios yang dibangun juga dinilai serupa dengan lapak penjual daging dan tidak mencerminkan kios lokasi wisata.

“Kami kecewa, tempat yang disediakan tidak seperti kios lokasi wisata, seperti lapak jualan daging. Makanya banyak pedagang yang tutup. Pedahal, tiap kios sudah ada yang punya,” ujarnya, Sabtu (23/11/2019)

Lebih lanjut ia menuturkan, kios yang ditempati sekitar bulan Juli 2018 lalu itu kondisinya bocor dan menyusahkan pedagang bila angin laut bertiup kencang. “Repot deh kalo angin kencang, dagangan kita pada berantakan. Karena selain sempit, kios juga gak ada kerainya,” keluhnya.

Parahnya, pedagang yang mengaku sudah lama menggelar dagangan di lokasi ikon wisata Pulau Tidung itu mengatakan, karena bentuk kios terbuka sehingga para pedagang sering mengaku kehilangan barang dagangan.

“Keamanan juga jadi masalah, barang dagangan kita sering dicuri. Kami mau urunan deh bayar bila ada yang mau jadi petugas keamanan kios, seperti biaya kebersihan,” katanya seraya diamini pedagang lainnya.

Lurah Pulau Tidung Cecep Suryadi mengatakan, bangunan kios dibangun oleh Kementrian PUPR RI tahun 2018. Kios terbagi menjadi dua blok A dan B dan tiap blok terdapat 40 kios. “Setahu saya belum diresmikan, tapi sudah diserahkan pengelolaannya ke Pemerintah Kabupaten,” paparnya.

loading...
  • Whatsapp