Parbud Sebut Dampak Ekonomi Wisata Penduduk Rp 8 T Pertahun

  • Whatsapp

PULAU PRAMUKA – Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Sudin Parbud) Kepulauan Seribu Cucu Ahmad Kurnia menyebutkan bahwa dampak ekonomi yang dihasilkan dari aktivitas wisata penduduk mencapai angka Rp 8 triliun per tahun.

“Dari sisi ekonomi, jika kita asumsikan satu tahun 1 juta orang datang ke pulau penduduk, kemudian dia standing dikali sekitar Rp 800 ribu. Jadi sekitar Rp 8 Triliun lah uang yang berputar setiap tahunnya,” sebut Cucu seperti dilansir media resmi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu pulauseribu.jakarta.go.id, Sabtu (16/11/2019).

Terkait hal tersebut rupanya menjadi diskusi hangat di antarmuka grup whatsapp Forum Masyarakat Kepulauan Seribu. Sejumlah anggota grup yang teridiri dari berbagai profesi menilai asumsi perputaran uang dari dampak wisata penduduk sebesar Rp 8 triliun pertahun perlu diluruskan.

Misalnya, Noval Abudzar, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mempertanyakan jumlah kunjungan mencapai 1 juta orang pertahun dan tiap orang menghabiskan Rp 800 ribu. “Apa betul seperti itu, itu bukan pendapatan asli daerah (PAD) mungkin uang yang berputar harusnya Rp 800 miliar,” ujarnya.

Menurutnya, potensial PAD dari pajak pariwisata resort dan permukiman totalnya baru sekitar 15 persen atau sekitar Rp 1,2 triliun. “Itupun belum tentu semua masuk ke PAD, karena faktor sadar pajak dari pelaku jasa wisata,” jelasnya.

Namun begitu, Noval menyebutkan hitungan kasar dan asumsi Pemerintah DKI Jakarta, khususnya Kabupaten Kepulauan Seribu dapat menjadikan pariwisata sebagai sarana mendapatkan PAD, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menurunkan kemiskinan, dan membahagiakan warganya.

Sementara Lukman Hadi, Sekertaris Pengurus Partai Nasdem Kepulauan Seribu menyoalkan keterlibatan pelaku jasa wisata terkait dengan pembayaran pajak wisata. “Persoalanya, apakah setiap pelaku jasa wisata dikenakan pajak. Atau mereka tidak ada yang membayar pajak ?.” ungkap Lukman tegas.

Berdasarkan data yang dimiliki, Lukman menyebutkan PAD Kabupaten Kepulauan Seribu saat ini terbesar dari sektor minyak dan gas (Migas). Tahun 2019 ini bagi hasil minyak mencapai angka Rp 82.367.336.148 sedangkan dari gas Rp 49.384.473.095. “Itu sumbangan PAD Kepulauan Seribu untuk PAD DKI Jakarta,” tuturnya.

  • Whatsapp