Di Pulau Panggang, Bahaya Narkoba Jadi Bahasan Hangat di Reses M. Idris

  • Whatsapp

PANGGANG – Bahaya penyalahgunaan narkotik dan obat berbahaya (Narkoba) menjadi bahasan hangat pada kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat (Reses) Anggota DPRD DKI Jakarta H. Muhammad Idris di Kelurahan Pulau Panggang, Jumat (15/11/2019).

Selain narkoba, warga juga menyampaikan sejumlah keluhan yang dialami semisal rekrutman Penyedia Jasa Perorangan Lainnya (PJLP), ketersediaan air bersih, pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) antara Pulau Panggang ke Pulau Karya. Pembentukan sasana budaya dan kolam labuh bagi nelayan.

“Saya takut anak-anak di sini jadi korban narkoba, sudah banyak contohnya yang ditangkap polisi gara-gara barang haram itu,” ungkap Rahmawati saat menyampaikan aspirasinya pada kegiatan tersebut. “Saya minta pak dewan mendorong instansi terkait sering-sering melakukan penyuluhan ke remaja,” pinta Rahmawati yang aktif sebagai ketua pengajian ibu-ibu di Pulau Panggang ini.

Kepala Puskesmas Kelurahan Pulau Panggang Hj. Susilowati mengakui peredaran narkoba sudah menjadi keresahan di Pulau Panggang. Dari itu, pihaknya telah berulang kali melakukan penyuluhan terkait penyalahgunaan narkoba bagi masyarakat dan kalangan remaja. Bahkan, dia menyebutkan bersama Kepolisian Resort Kepulauan Seribu, BNN, dan lembaga lainnya intens melakukan sosialisasi hal tersebut.

“Dua minggu sekali kami laksanakan penyuluhan penyalahgunaan narkoba khususnya kepada orangtua dan kalangan remaja. Memang masalah ini perlu perhatian khusus karena terkait dengan masa depan generasi penerus di Kepulauan Seribu,” jelasnya.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Nasdem Muhammad Idris mengaku prihatin dengan kondisi itu terjadi di Pulau Panggang. Dia merasa terpanggil untuk segera melakukan tindakan agar bahaya narkoba tidak lagi menjerat generasi muda di Pulau Panggang.

“Ini harus segera ditindaklanjuti, bersama pemuda dan tokoh masyarakat di Kepulauan Seribu barsatu menangkal bahaya narkoba. Saya akan berkoordinasi dengan Bupati, Kapolres, BNN, serta instansi terkait untuk bersama melawan narkoba,” tegas M. Idris.

Memang, sambungnya, pada kegiatan reses di Pulau Panggang beragam aspirasi disampaikan warga. Akan tetapi bahaya narkoba menjadi isu utamanya. “Prihatin, mau jadi apa generasi kita. Karena itu, harus ada solusinya seperti pengadaan sarana dan prasaran olahraga. Saya yakin banyak anak-anak kita yang miliki prestasi olahraga bila didukung sarananya,” papar anggota komisi D ini.

  • Whatsapp