Kapal Jenazah dan Krisis Lahan Makam Jadi Sajian Utama Reses M. Idris di Pulau Kelapa

  • Whatsapp

KELAPA – Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi D Muhammad Idris berjanji akan segera merealisasikan pengadaan kapal jenazah di Kepulauan Seribu untuk memfasilitasi kebutuhan warga mengangkut jenazah dari satu pulau ke pulau lainnya.

“Ini mimpi masyarakat Kepulauan Seribu sejak lama. Tahun ini akan terrealisasi. Minimum satu unit (kapal jenazah). Bupati sudah setuju menggunakan salah satu kapal dinasnya. Silahkan warga yang membutuhkan kapal jenazah mengontak staf di kabupaten melalui camat dan lurah,” ujar Idris, sapaan Muhammad Idris saat menggelar kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat (Reses) di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu, Kamis (14/11/2019) malam.

Saat ini belum semua pulau di Kepulauan Seribu memiliki tempat pemakaman umum (TPU). Sehingga warga yang tinggal di Pulau Pramuka, Pulau Panggang dan Pulau Kelapa, harus memakamkan jenazah anggota keluarga mereka di TPU pulau terdekat.

Beberapa pulau yang memiliki TPU di antaranya Pulau Karya, Pulang Lancang dan Pulau Untung Jawa. Warga yang tidak memiliki TPU selama ini harus menyeberang pulau untuk memakamkan jenazah dengan memanfaatkan kapal penumpang, maupun kapal nelayan.

Selain pengadaan kapal jenazah, kegiatan penjaringan aspirasi warga di pulau kelahirannya, Idris dicecar permasalahan penyediaan lahan untuk membangun TPU di sejumlah pulau, khususnya Pulau Kelapa, harus jadi prioritas utama dalam program kerjanya.

“Soal lahan pemakaman, saya sudah berbicara keras. Ini salah satu pekerjaan rumah sehingga menjadi prioritas. Yang penting mekanisme pembebasan sesuai aturan, saya yakin masalah itu bisa diselesaikan,” jelasnya.

Politis Partai Nasdem ini berjanji menjadikan masalah lahan pemakaman di Pulau Kelapa adalah perhatian khusus sehingga dapat didorong dalam rapat-rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta. “Harapan saya masalah lahan pemakaman dapat terrealisasi secepat mungkin agar tidak lagi menjadi polemik dan menimbulkan dampak negatif ditengah-tengah masyarakat,” tutur Idris.

M. Sahri ahli waris lahan yang selama ini digunakan sebagai TPU di Pulau Kelapa membuka diri dan bersedia bila ada itikad baik pemerintah untuk melakukan pembebasan lahan miliknya. Dia meyakini bila ada keseriusan untuk pembebasan laham tersebut, masalah krisis lahan pemakaman di Pulau Kelapa tidak akan berlarut-larut.

“Sekarang ada saudara kita yang duduk di DPRD DKI Jakarta, kita berharap beliau bisa menjembatani masalah ini. Kami dari ahli waris sangat membuka diri dan siap kapan saja bila ada niat baik dari pemerintah,” tegas Sahri.

Selain masalah kapal jenazah dan lahan pemakaman, pada kegiatan itu warga juga menyampaikan sejumlah permasalahan; antara lain penambahan kuota penyedia jasa perorangan lainnya (PJLP), rehabilitasi dermaga sandar di pantai utara, ketersediaan air bersih, lokasi pengembangan wisata, perbaikan akses jalan warga, dan sarana olahraga serta aktivitas kepemudaan.

Camat Kepulauan Seribu Utara Ismail yang hadir dalam kegiatan itu mengaku bangga karena saat ini ada putra asli pulau duduk di badan legislatif. Karna, menurut dia dukungan legislatif sangat dibutuhkan dalam proses penganggaran yang dilakukan eksekutif.

“Kita tahu perjuangan di DPRD sangat kompleks perlu ada yang mengawal, makanya dengan adanya beliau kita harapakan apapun permasalahn di Kepulauan Seribu dapat teratasi,” harap Ismail.

loading...
  • Whatsapp