IPAL Sebabkan Bau Busuk, Warga Pulau Lancang ‘Curhat’ ke M. Idris

  • Whatsapp

LANCANG – Lantaran dirudung bau busuk dari Instalasi Pengolahan Air Limba (IPAL), Warga Pulau Lancang, Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu curhat kepada Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Nasdem Muhammad Idris, SE.

Selain menyoal IPAL, kepada anggota dewan yang asli putra pulau ini, warga menyampaikan sejumlah permasalahan sosial kemsyarakatan yang terjadi di Pulau Lancang. Antara lain, kebutuhan lahan permukiman, sarana olahraga, perbaikan doking, pembuatan alur masuk, dan pelabuhan sisi utara pulau tersebut.

“Yang utama dan segera diselesaikan soal IPAL, kami sangat terganggu dengan bau busuk yang ditimbulkan,” ujar Sunaeni salah satu peserta yang hadir dalam kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi D di Pulau Lancang, Kamis (14/11/2019) siang.

Sunaeni yang juga anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kelurahan Pulau Pari ini menyesalkan tindak lambat intansi terkait dalam menyelesaikan masalah tersebut. “Sudah kita sampaikan beberapa kali, tapi tindaklanjutnya tidak ada. Mohon pak dewan yang tegur,” pintanya.

Menanggapi hal itu, Muhammad Idris berjanji akan menyampaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat Pulau Lancang kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. “Saya akan sampaikan langsung kepada yang bersangkutan. Ini harus jadi perhatian mereka,” tegas M Idris.

Terkait usulan lain, M Idris mengaku akan mendorong usulan itu masuk dalam bahan prioritas di Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) kabupaten tahun 2020. “Harus diusulkan dalam Musrenbang Kabupaten, agar tahun 2021 dapat dilaksanakan,” tambahnya.

Sementara Bupati Kepulauan Seribu Husen Murad menilai permasalahan yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat Anggota DPRD DKI Jakarta patut dijadikan bahan evaluasi dalam program pembangunan Kepulauan Seribu kedepan.

“Ini masukan positif untuk pemerintah kabupaten, memang harus ada koordinasi langsung untuk mengetahui aspirasi warga. Saya senang saat ini ada warga asli pulau yang menjadi perwakilan di DPRD. Hingga konsentrasi pembangunan dapat terfokus kepada kepentingan masyarakat,” papar Bupati saat mendampingi M. Idris.

  • Whatsapp