Herwin : Yankes Pulau Seribu Penuhi Standar Mutu

  • Whatsapp
Foto : Kasudin Kesehatan Kepulauan Seribu, dr. Herwin Maefendy

SERIBU – Pelayanan kesehatan (Yankes) di Kabupaten Kepulauan Seribu menjadi salah satu aspek yang paling disoroti masyarakatnya. Tak sedikit masyarakat yang bermukim di 11 pulau permukiman ini menilai pelayanan kesehatan belum sesuai atau tidak optimal dalam berbagai hal.

Terkait hal ini, apa sebenarnya tantangan dari penyedia pelayanan kesehatan dan bagaimana sebenarnya perkembangan pelayanan kesehatan di wilayah Ibukota Jakarta bergeografis kepulauan ini, apakah sudah dinyatakan optimal ?

Kepala Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu dr. Herwin Meifendy meyakini pelayanan kesehatan di Kepulauan Seribu hampir merata dirasakan oleh warga masyarakat. Dikarenakan sudah tersedianya sarana-sarana layanan kesehatan di tiap pulau yang berpenduduk sampai pulau terjauh; Pulau Sabira.

Hampir semua Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang ada di pulau sudah terakreditasi, artinya mutu layanan kesehatan sudah memenuhi standar layanan yang ditetapkan Kementrian Kesehatan RI. Dengan akreditasi ini mutu layanan terus menerus dilakukan perbaikan secara berkesinambungan agar menjadi layanan prima terbaik di tiap pulau.

“Hal ini terlihat makin sedikitnya keluhan masyarakat dan makin meningkatnya kepuasan masyarakat, walaupun masih ada beberapa yang masih perlu perbaikan,” ungkap Herwin, Jumat (08/11/2019).

“Kendala layanan kesehatan yang disebabkan kontur geografis sudah diminimalisir, untuk proses rujukan sudah tersedia akses Kapal Ambulans Laut yang siaga 24 jam dan mengantar warga sampai pulau terjauh sekalipun,” tambah Herwin.

Masyarakat sudah mendapatkan akses layanan dokter spesialis di RSUD Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka. Warga diantar jemput dari pulau asalnya ke Pulau Pramuka. RSUD Kepulauan Seribu memiliki Chamber Hiperbarik yang sangat menunjang program pariwisata,

“Ini untuk menunjang Kepulauan Seribu sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang dicanangkan oleh pemerintah pusat,” tuturnya.

Pelayanan Kesehatan Terintegrasi

Sektor Kesehatan giat melaksanakan Program Indonesia Sehat (PIS) yang merupakan program Nawa Cita Presiden Joko Widodo yaitu untuk meningkatkan kualitas hidup manusia berdasarkan dengan pendekatan keluarga.

Program ini di lakukan melibatkan lintas program dan lintas sektoral dengan meningkatkan status kesehatan gizi ibu dan anak, pengendalian penyakit, akses dan mutu layanan kesehatan dasar dan rujukan, cakupan pelayanan kesehatan universal melalui KIS/BPJS, dan terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan obat dan vaksin, serta responsivitas sistem kesehatan.

“Hal ini sesuai Renstra Kemenkes RI dan Dinkes Prov DKI Jakarta, dimana pelayanan kesehatan harus terintegrasi dan berkesinambungan (continum of care),” jelas Herwin.

Menyinggung pemberdayaan masyarakat asli untuk berkontribusi dibidang kesehatan, Herwin memastikan hal itu sudah cukup terakomodir, sudah banyak tenaga asli pulau yang bekerja sebagai tenaga medis dan non medis di sarana kesehatan, namun ada beberapa profesi yang masih sedikit berasal dari masyarakat pulau, seperti dokter umum dan dokter gigi.

Untuk mengatasi hal itu, menurut dia, Sudin Kesehatan bekerja sama dengan Sudin Pendidikan saat ada kegiatan di sekolah-sekolah tidak lupa melakukan motivasi agar ada siswa yang berminat melanjutkan pendidikan ke fakultas kedokteran.

“Hal ini, menjadi perhatian Bupati Kepulauan Seribu untuk medorong semangat pelajar untuk menjadi dokter di pulaunya sendiri,” tandas Herwin.

  • Whatsapp