Gegara BPJS, Warga Pulau Sulit Tebus Obat di RSUD Cengkareng

  • Whatsapp

CENGKARENG – Lembaga Bantuan Kesehatan Masyarakat (LBKM) Kepulauan Seribu menyayangkan terjadinya masalah pelayan obat-obatan yang dialami sejumlah pasien asal Kepulauan Seribu saat berobat di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat.

Dari pengakuan sejumlah pasien asal Kepulauan Seribu yang berdiam sementara di Rumah Singgah binaan LBKM Kepuluan Seribu terungkap bahwa mereka kesulitan mendapat obat yang diresepkan oleh dokter rumah sakit tersebut.

“Keluarga pasien mengaku kesulitan saat menebus obat yang diresepkan dokter RSUD Cengkareng, kalaupun ada obat yang didapat hanya sebagian dan akan dijanjikan sebagiannya,” tutur Sahlan Muntako, Ketua LBKM Kepulauan Seribu kepada beritapulauseribu,id, Jumat (08/11/2019).

Hal ini terjadi, menurut Sahlan, terkait dengan masalah pendanaan RSUD Cengkareng yang belum menerima pembayaran dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. “Info dari RSUD seperti itu, karena belum menerima pembayaran dari BPJS. Situasi ini, pihak RSUD Cengkareng tidak dapat disalahkan,” ujarnya.

“Gara-gara itu, pasienlah yang menjadi korban. Saya berharap segera ada perhatian dari pihak-pihak yang berwenang. Karena, ini terkait dengan hajat hidup masyarakat,” tambahnya.

Dicontohkan Sahlan, masalah tersebut baru-baru ini dialami warga Pulau Tidung, Ibu Asmaya (67), pemegang kartu BPJS ini berobat ke Poli Jantung dan Poli Saraf. Setelah pemeriksaan, Ibu Asmaya mendapat resep obat, Namun, saat akan ditebus ke apotik RSUD, obat-obat yang diresepkan tidak tersedia.

“bu Asmaya terpaksa menebus obat di apotik umum hingga sebesar Rp 1,5 juta. Padahal, dia dari keluarga kurang mampu, Ada beberapa warga lagi yang alami hal itu di Rumah Singgah,” kisah Sahlan.

Karena itu, Sahlan menghimbau kepada masyarakat Kepulauan Seribu yang dirujuk ke RSUD Cengkareng agar terlebih dahulu berkonsultasi kepada petugas Rumah Singgah atau kepada dirinya langsung. “Saya akan bantu dan mendampinginya,” janjinya.

Lebih jauh, Sahlan berharap masalah yang dihadapi warga pulau ini harus mendapat perhatian lebih dari Muhammad Idris selaku wakil warga Kepulauan Seribu yang kini duduk di kuris DPRD DKI Jakarta. “Kita tunggu gebrakan beliau sebagai putra pulau, semoga dari beliau ada solusi terbaik. Kita tunggu,” pinta Sahlan.

loading...
  • Whatsapp