Noval Abudzar : Pembangunan Jauh Panggang dari Api

  • Whatsapp

Jelang usia ke-18 pada 9 November 2019, Kepulauan Seribu seolah masih saja bergelut dengan pekerjaan rumah menahun yang menjadi masalah klasik, yaitu pembangunan yang tidak tepat sasaran. Pembangunan dari segala aspek yang seharusnya sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat justru berbanding terbalik seperti ‘Jauh Panggang dari Api’

Ketua DPD PKS Kepulauan Seribu Noval Abuzarr mengungkapkan, di usia 18 tahun Kepulauan Seribu harusnya lebih cepat pembangunannya. Menurutnya, untuk pemerataan pendidikan memang sudah cukup, namun kualitas pendidikan yang masih jauh dibandingkan di darat.

Sedangkan dari aspek kesejahteraan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat rata-rata kemiskinan di Kepulauan Seribu Tahun 2019 ini di angka 12,98%, jauh sekali dari rata-rata kemiskinan Jakarta daratan yg di bawah 4%, lebih tinggi dari rata-rata kemiskinan nasional yang hanya 9,82%. Lebih miskin dari Beberapa Kabupaten di Indonesia timur.

Tak hanya itu, aktivitas kepemudaan juga dinilai Noval masih jauh dari harapan. Sebelumnya, sambung Noval, aktivitas pemuda bisa berjalan dibantu pemerintah dan difasilitasi swasta walaupun masih banyak inisiatif dari para pemudanya sendiri.

“Mengapa harus dibantu dan difasilitasi? Karena luas wilayah Pulau Seribu sebelas kali dari daratan Jakarta. Jadi kalau para pemuda berkumpul, butuh biaya yang besar dan butuh effort yang tinggi. Jadi, 18 tahun Kepulauan Seribu masih jauh dari harapan,” ujar Noval, Minggu (3/11/2019).

Dirinya melihat, pelayanan birokrasi memang mengalami peningkatan. Namun dari sisi kualitas, masih jauh dan rendah. Bahkan dari beberapa surey terbaru, masyarakat mengeluhkan pelayanan birokrasi yang rendah.

Noval juga menyoroti soal konservasi ekologi. Dia menjelaskan, Pulau Seribu ini adalah alam yang menghidupi manusia. Tetapi, proses pembangunan yang dilakukan justru lebih banyak yang tidak menghidupkan alam. Contohnya, betonisasi yang dilakukan di banyak pulau. “Memang ada program konservasi, tapi tak sebanding dengan proses pembangunan betonisasi,” katanya.

Sebenarnya, tambah Noval, ide besar dari gubernur sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan program strategis gubernur. Namun implementasinya di lapangan, anggaran, pengelolaan dan pembinaannya masih belum banyak berubah dari 18 tahun terakhir.

Ditegaskan Noval, Anies Baswedan harus mengevaluasi bagaimana birokrasi mengimplementasikan janji-janji politiknya. “Dan yang paling sering berubah dan tak pasti, cepatnya pergantian bupati di pulau. Paling lama 3 tahun, bahkan ada yang 8 bulan sudah diganti. Bagaimana mau kerja jika pergantian secepat itu?” katanya.

Noval berharap, 18 tahun Kepulauan Seribu bisa makin maju dan bahagia warganya sesuai janji Anies Baswedan saat kampanye. “Dalam hal ini mempercepat pembangunan Kepulauan Seribu menjadi pulau mandiri. Yang terpenting dalam konteks pembangunan manusianya dan konservasi ekololgi alamnya,” tandas Noval.

  • Whatsapp