Lama Tak Tersentuh, Warga Swadaya Bangun Jalan

  • Whatsapp

TIDUNG Warga di RW 03 Kelurahan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu bergotong royong membangun infrastruktur di lingkungan mereka. Mereka secara swadaya memperbaiki jalan. Hal tersebut mereka lakukan lantaran akses jalan menuju Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 26 Pulau Tidung itu sudah lama tak tersentuh pembangunan.

Sebelumnya, jalan sepanjang 400 meter dengan lebar 2,7 meter kondisinya sangat memprihatinkan. Saat hujan, jalan itu tergenang lumpur dan kotor. Sedangkan saat kemarau, jalan berdebuh sehingga mengganggu pengguna jalan yang sebagaian besar adalah anak didik sekolah tersebut.

Saat ini, jalan sudah lebih baik dan pengguna jalan lebih nyaman melintasinya. “Ini hasil swadaya warga sebesar Rp 22 juta. Bahkan, saat pekerjaan kita gotong royong,” ungkap Ketua RW 03 Kelurahan Pulau Tidung, Khaerudin kepada beritapulauseribu.id, Senin (04/11/2019).

Namun demikian, Khaerudin menuturkan, pembuatan jalan masih menggunakan bahan bangunan (Paving Block) bekas. “Dua, tiga bulan kedepan juga akan rusak lagi. Karena masih menggunakan konblok bekas. Semen pembatasnya gampang rusak,” katanya.

Diakui dia, usulan pembangunan jalan itu sudah sering diajukan ke pemerintah setempat. Akan tetapi selalu ditolak dengan alasan lahan yang terdapat jalan itu merupakan milik perorangan (swasta). “Memang milik swasta, tapi yang saya tahu sudah dihibahkan oleh pemilik untuk jalan dan buktinya ada di salah seorang staf kelurahan,” jelasnya.

Camat Kepulauan Seribu Selatan, Angga Saputra membenarkan kondis jalan tersebut sebelumnya sangat memprihatinkan. Namun, setelah dilakukan pembangunan secara swadaya dengan berkolaborasi dengan pemerintah setempat jalan itu kini sudah dapat dimanfaatkan dan sangat membantu akses jalan ke lokasi MTsN 26 Pulau Tidung.

“Memang pembangunannya belum 100 persen sesuai dengan kontruksi yang diharapkan. Tapi ini jelas sangat membantu,” sebut Angga.

Rencananya, tambah Camat, pihaknya akan meyerahkan pembangunan jalan itu ke Unit Kerja Teknis (UKT) 2 Kabupaten Kepulauan Seribu selaku instansi terkait.

Sementara Kepala UKT 2 Kepulauan Seribu, Sofyan mengaku telah menerima pengajuan pembangunan jalan tersebut. Namun, karena status lahan miliki perorangan, pihaknya belum dapat menindaklajuti dengan pembangunan. “Sudah kita monitor,” kata Sofyan pendek.

Dikatakannya, untuk pembangunan dengan pembiayaan APBD tidak dapat teralokasi anggaran pembebasan lahan. “Kami akan segera meminta informasi pihak bersangkutan, bila benar sudah dihibahkan dan ada buktinya, tahun depan kita prioritaskan,” tandas Sofyan.

  • Whatsapp