Gelar Sekolah P3SPS, KPID Gandeng Tokoh Agama

  • Whatsapp

BOGOR – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi DKI Jakarta menggelar sekolah Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) di Hotel Grand Cempaka Puncak Bogor, Sabtu (02/11).

Dalam kegiatan ini, KPID mengajak sejumlah ormas Islam dan pemangku kebijakan di Kabupaten Kepulauan Seribu, diantaranya Nahdlatul Ulama (PCNU), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Kegiatan ini digelar mengingat maraknya gesekan antar masyarakat yang disebabkan perbedaan pandangan baik dalam politik ataupun agama. Hal ini bila dibiarkan akan mengganggu kesatuan dan persatuan Indonesia.

Komisioner KPID Jakarta, Arif Faturrahman menjelaskan bahwa dalam dalam penyiaran itu tentu yang paling diperhatikan adalah materi siaran, apalagi berkaitan dengan isu suku, ras dan agama.

Arif menambahkan bahwa dalam Pasal 7 Pedoman Perilaku Penyiaran dijelaskan bahwa materi agama pada program siaran tidak boleh berisi serangan, penghinaan dan pelecehan terhadap pandangan dan keyakinan antar atau dalam agama tertentu serta menghargai etika hubungan antar umat beragama.

“Intinya, kita harus menjadi pribadi yang baik, menjaga hak dan kewajiban kita sebagai bangsa Indonesia” katanya.

Ketua MUI Kepulauan Seribu, Mawardi menyambut baik kegiatan yang diinisiasi oleh KPID Jakarta ini, karena menurutnya hubungan antar umat dan ormas sepenuhnya masih belum membaik gara-gara pasca pemilu kemarin.

“Nah, Kegiatan ini diharapakan memperkuat hubungan kebangsaan antar golongan, antar suku dan agama” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa melalui penyiaranlah nantinya dapat mempersatukan dan mengokohkan demokrasi yang terkoyak. “KPID Jakarta harus terus istiqomah mengontrol siaran yang bagus” tuturnya.

  • Whatsapp