Menabung dengan Sampah Disambut Antusias

  • Whatsapp

TIDUNG – Gerakan menabung dengan sampah mulai digiatkan di sekolah-sekolah di Kepulauan Seribu, diantaranya Bank Sekolah SMK Negeri 61 Jakarta dan SMP Negeri 241 Jakarta, Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan.

Muzayanah, koordinator Bank Sampah SMK Negeri 61 Pulau Tidung mengatakan, program yang sebelumnya diinisiasi Bank Nasional Indonesia (BNI) melalui gerakan Ayo Menabung Dengan Sampah ini kini mendapatkan respon positif dari sekolah dan kelurahan Pulau Tidung.

Nasabah yang sebelumnya menabung dan dicatat secara manual, kini masing-masing telah memiliki rekening dan ATM BNI, sehingga hasil menabung sampah langsung ditransfer masuk ke rekening nasabah melalui mesin Electronic Data Capture (EDC) yang disediakan oleh pihak bank.

“Meskipun baru sedikit nilai transaksinya, yang terpenting adalah kesadaran dan semangat siswa dalam mengurangi sampah plastik,” ujarnya, Jumat (02/11).

Menurut Muzayanah, sedikitnya sampah yang ditabung oleh siswa lantaran pihak sekolah melarang kantin dan pedagang sekitar sekolah menjual makanan dan minuman dalam kemasan plastik.

“Tetap saja ada yang menabung sampah meski hanya nominal Rp 8-10 ribu per hari. Mereka rata-rata membawa sampah dari luar, kalau dari sekolah hampir tidak ada sampah yang bisa ditabung,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan, Sauri, Koordinator Bank Sampah SMP Negeri 241 Pulau Tidung. Dikatakannya, hampir seluruh para siswa yang menjadi nasabah kini telah memiliki rekening dan ATM Bank BNI sehingga menambah semangat dan antusiasme anak-anak untuk menabung sampah.

“Jika dihitung per minggu rata-rata transaksinya bisa mencapai Rp.50 ribu, siswa senang dengan adanya transaksi non tunai, uang aman dan terkumpul di bank,” tandasnya.

  • Whatsapp