Miris, Pembangunan Tanggul Rusak Terumbu Karang

  • Whatsapp

Sejumlah proyek pembangunan tanggul lingkal luar pulau pemukiman di Kepulauan Seribu disinyalir menjadi penyebab kerusakan terumbu karang. Hal itu disampaikan oleh penggiat rehabilitasi karang dari Daerah Perlindungan Laut Berbasis Masyarakat (DPL-BM) Lestari Indah Pulau Tidung, Lahmudin kepada beritapulauseribu.id, Selasa (29/10).

Kerusakan Karang Akibat pembangunan tanggil di Pulau Tidung

“Kami punya banyak bukti gambar dan video. Aktivitas pembangunan tanggul di Pulau Tidung sangat merusak terumbu karang yang selama ini kami rehabilitasi. Bahkan pembangunan tanggul merusak estetika keindahan pantai,” ungkap warga RT 04/01 Kelurahan Pulau Tidung ini.

Dia mengaku telah memperingati pekerja proyek tersebut agar berhati-hati dan tidak merusak karang saat memindahkan matrial beton tanggul. “Sudah kami minta agar berhati-hati. Tapi nyatanya banyak karang yang rusak. Padahal butuh waktu lama untuk melakukan rehabilitasi karang,” jelasnya.

Lahmudin yang juga penggiat wisata di Pulau Tidung ini sangat menyayangkan hal tersbut terjadi. Apalagi, sebagai pulau tijuan wisata di Kepulauan Seribu, kelestarian laut di Pulau Tidung harus terjaga. “Yang kita jualkan keindahan alam laut terutama biota dan terumbu karang,” tuturnya.

Pekerja mengikat Tali Penahan di Karang

Kepala Seksi Kelautan dan Perikanan Suku Dinas Ketahan Pangan, Kelautan, dan Perikanan Kepulauan Seribu Risnadi mengaku menyayangkan hal itu terjadi. Dirinya berharap agar tiap pembangunan seharusnya memperhatikan konservasi sumber daya alam.

“Pastinya, segala sesuatu kegiatan pembangunan ada kajiannya dan melibatkan semua pemangku kepentingan wilayah. Agar satu sisi kita membangun disisi lain kita tidak mengganggu aktivitas konservasi lingkungan,” imbuhnya.

Menurut Risnadi, di Kepulauan Seribu terdapat enam DPL BM yang giat melakukan konservasi alam termasuk menjaga kelestarian terumbu karang. Bahkan, tiap tahun dilakukan sosiali tentang peran serta masyarakat dalam kegiatan konservasi sumber daya alam. “Dari kami pun juga melaksanakan program transplantasi karang,” sebutnya.

Pekerja Proyek menginjak Karang

Melalui sambungan telapon, Kepala Seksi Pantai Sumber Daya Air (SDA) Kepulauan Seribu, Yudo Widiatmoko mengaku telah meminta kontraktor proyek mengganti dampak kerusakan lingkungan yang dtimbulkan. “Kita sudah berkoordinasi dengan Sudin KPKP dan kontraktor harus mengganti kerusakan terumbu karang itu dengan program transplantasi,” jelasnya.

Sedangkan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Kepulauan Seribu, Iwan Samosir merespon dengan berjanji akan mengundang Sudin SDA dan Sudin KPKP Kepulauan Seribu. “Kami akan undang Sudin SDA untuk membicarakan hal ini dan berkoordinasi dengan Sudin KPKP agar dampak kerusakan karang ini dapat ditangani dan tidak terulang kedepannya,” tegas Iwan.

Lebih lanjut, Iwan mengaku akan menugaskan Sudin Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu untuk melakukan monitoring lapangan. “Masalah serupa di Pulau Harapan juga telah kita tangani bersama Taman Nasional Kepulauan Seribu. Intinya tiap pembangunan harus meminimalisir dampak lingkungan,” tambahnya. (rep).