Dermaga Kaliadem Ditanggul, Warga Pulau Seribu Kesulitan Angkut Sembako

  • Whatsapp

Warga Kepulauan Seribu meminta dibuatkan akses jalan bagi angkutan barang di dermaga Kaliadem Jakarta Utara, yang menjadi akses angkutan barang dan penumpang menuju Kepulauan Seribu.

Rasid (58), salah satu pemilik kapal mengatakan, sejak dibangunnya tanggul dermaga, akses angkut barang sembako dan kebutuhan warga menjadi susah dan perlu biaya mahal untuk ongkos kuli angkut.

“Kami minta dibuatkan akses alternatif agar becak motor dan gerobak bisa masuk hingga dermaga,” ujarnya, Jumat (29/3).

Menurutnya, dampak pembangunan tanggul dermaga, warga yang hendak mengangkut barang ke kapal harus mengeluarkan biaya kuli angkut Rp50 – Rp80 ribu. Sehingga, banyak warga yang pindah ke dermaga Rawasaban, Tangerang.

“Dampaknya juga penurunan pada penumpang hingga 50 persen lebih, biasanya di hari biasa bisa melayani warga yang belanja di darat 50-60 orang kini sehari hanya 20 orang saja paling banyak,” terangnya.

Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad, mengatakan akan menindaklanjuti aduan warga tersebut dengan meneruskan pengaduan warga ke instansi terkait.

“Solusinya, jalan pintas samping tanggul tersebut diperlebar sehingga gerobak dan becak motor bisa masuk hingga dermaga untuk mengangkut barang,” tandasnya.

Ia berharap apa yang menjadi keluhan warganya dapat segera ditindaklanjuti sehingga transaksi ekonomi di sektor transportasi di Pelabuhan Muara Angke kembali bergairah.

https://poskotanews.com/2019/03/29/dermaga-kaliadem-ditanggul-warga-pulau-seribu-kesulitan-angkut-sembako/

loading...
  • Whatsapp