Miliki Ciri Khas Maritim, Sekolah di Kepulauan Seribu Kian Diminati

  • Whatsapp

SMKN 61 yang terletak di Pulau Tidung terus mengembangkan jangakauan. Sehingga siswanya tak hanya berasal dari warga pulau saja, tetapi juga mengajak siswa yang ada di daratan untuk mengenyam pendidikan di sekolah ini.

Pihak sekolah pun mengutus siswa kelas 10, untuk membantu melakukan sosialisasi kepada siswa-siswi SMP di Jakarta. Sehingga SMKN 61 diharapkan bisa menjadi pilihan para siswa SMP untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Wakasek bidang Kesiswaan SMKN 61 Jakarta Dawamun mengatakan, para siswa kelas 10 bertugas untuk menyampaikan bahwa sebenarnya sekolah di kepulauan juga layak untuk menjadi pilihan studi selanjutnya.

“Sejak dua tahun terakhir, makin banyak peminat dari darat yang ingin melanjutkan studi di sekolah dengan ciri khas maritim ini,” kata Damawum, Rabu (27/2).

Sejak tahun ajaran 2017/2018, SMKN 61 Jakarta sudah membuka akses kepada siswa dari luar Kepulauan Seribu untuk ikut bergabung. Kebijakan ini langsung berdampak signifikan.

Dari yang sebelumnya mayotiras didominasi siswa dari kepulauan, kini siswa darat pun mulai banyak. Mereka tertarik untuk menekuni jurusan yang tidak ada di sekolah lain. Misalnya neutika kapal penangkap ikan, teknika kapal niaga, serta agribisnis perikanan air laut dan payau.

Berbagai jurusan ini yang kemudian ditawarkan kepada siswa-siswi kelas 9, yaitu melalui sosialisasi ke berbagai SMP di Jakarta. Program yang dinamakan Explore ini dilakukan oleh seluruh siswa kelas 10.

Damawun menilai bahwa banyak yang belum mengetahui pendidikan di Kepulauan Seribu. “Banyak yang mengira sekolah disini harus PP. Padahal kami menyediakan asrama, jumlahnya ada 50 kamar. Mereka bisa pulang (ke darat) sebulan dua kali,” sebutnya.

Lebih jauh, selain mensosialisasikan tentang sekolah, upaya ini juga diharapkan memiliki manfaat lain. Diantaranya meningkatkan kemampuan public speaking siswa di masyarakat yang lebih luas.

“Kelas 11 nantinya mereka akan magang. Jika dibiasakan dari sekarang lebih baik. Karena sudah terlatih untuk mengurus perizinan, hingga tampil di dunia luar,” tambah Dawamun.

Pada teknis pelaksanaannya, ada sekitar 200 siswa kelas 10 yang menjadi utusan sekolah. Mereka dibagi menjadi 30 kelompok dengan masing-masing ditargetkan untuk mengunjungi lima sekolah. Untuk siswa yang berasal dari Kepualauan Seribu, maka hanya diwajibkan selama tiga hari, atau sejak Senin hingga Rabu.

Namun, untuk siswa yang memang berasal dari darat maka diizinkan hingga lima hari atau sampai Jumat mendatang. Apalagi, sekolah sudah mengatur untuk memberi dispensasi. Sejauh ini, sudah banyak sekolah yang telah dikunjungi. Diantaranya SMPN 72, SMPN 113, SMPN 83 hingga MTs Darul Bina.

  • Whatsapp